Angkasa Pura 2

Bos AirAsia Sebar Perjalanan Hidupnya Melalui Buku “Flying High”

Figur KokpitSelasa, 31 Oktober 2017
Photo 1 (3)

KUALA LUMPUR (BeritaTrans.com) CEO Grup AirAsia Tony Fernandes baru saja meluncurkan otobiografi ”Flying High” yang menceritakan kisah perjalanan hidupnya dari saat berkecimpung di dunia musik hingga sekarang bergelut di industri penerbangan.

Buku diperkenalkan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Marini’s on 57, tepat berada di bayang puncak Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, dihadiri tamu istimewa dari berbagai negara.

Tonny mengatakan, “Flying High” merupaka buku tentang kekuatan mimpi yang terwujud berkat kerja keras dan kemauan.

“Ketika saya pertama memulai AirAsia bersama Datuk Kamarudin, semua orang bilang kami gila. Mereka bilang kami tidak punya pengalaman menjalankan bisnis maskapai dan pasti akan gagal. Kalau saja waktu itu kami mendengarkan apa yang mereka katakan, kami pasti sudah menyerah bahkan sebelum perusahaan ini dimulai, dan buku ini tidak akan pernah ada,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima BeritaTrans.com, Selasa (31/10/2017).

Buku ini merupakan bukti bahwa mimpi bisa jadi nyata, dan diharap buku ini menginspirasi banyak orang untuk mengejar apa yang membuat mereka bersemangat.

Menurut Tony, percaya pada sesuatu yang dianggap gila sekali pun, impikan apa yang dianggap tidak mungkin, dan jangan pernah berkata ‘tidak’ dalam menghadapi tantangan.

“Kalaupun akhirnya gagal, itu bukan masalah, karena setidaknya kita sudah mencoba, dan masih bisa dicoba lagi. Percaya dengan kata hati, jangan dengarkan orang lain, dan terus maju, tulis ceritamu sendiri,” ujarnya.

“Flying High” juga menceritakan perjalanan Tony dari masa kecilnya di Malaysia hingga menjadi pelajar yang penuh mimpi di Inggris yang selalu rindu kampung halaman, di Warner Music dan sekarang menjadi pimpinan AirAsia, serta memori-memori lainnya di antara masa-masa itu.

Banyak pengalamannya yang dapat diserap dan pelajari apa yang memacu semangat Tony. Pengalaman-pengalaman yang membentuk kepribadiannya, termasuk saat bertemu dengan Sir Richard Branson yang akhirnya menuntunnya mendapatkan pekerjaan pertamanya setelah selesai kuliah. (omy)