Angkasa Pura 2

Kembangkan Smart Airport, Indonesia-Selandia Baru Gelar Workshop

Bandara KokpitRabu, 1 November 2017
IMG20171101090542

IMG_20171101_102939

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara bekerjasama dengan Otoritas Penerbangan Selandia Baru mengadakan workshop tentang Bandara Pintar (Smart Airport) dalam upaya pengembagan bandara di Indonesia.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, sektor transportasi udara berperan besar dalam meningkatkan perekonomian.

Secara global, pada tahun 2016, terdapat 3,8 miliar penumpang dan 54,9 juta ton kargo yang terangkut lewat transportasi udara (berdasarkan data Airport Council International).

“Di Indonesia, pada tahun ini ditargetkan dapat mengangkut 162 juta penumpang dan 957.000 ton barang domestik dan internasional melalui penerbangan,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Selama dua dekade ini, operasional bandara sudah terbukti ikut mendukung perkembangan industri penerbangan. Bandara berkembang bersama dengan maskapai penerbangan untuk menciptakan sebuah sistem transportasi udara yang efisien.

Namun bandara tetap harus terus berkembang baik fasilitasnya maupun teknologinya untuk meningkatkan pelayanan terhadap penggunanya,” tuturnya.

Kata Agus, workshop dilaksanakan sebagai media pertukaran informasi dan best practices guna mengidentifikasi tren, tantangan, dan hambatan di lapangan antara Selandia Baru dengan negara-negara di ASEAN terkait rencana pengembangan Smart Airport di Indonesia.

Di era sekarang, smart airport sangat diperlukan di Indonesia untuk mengimbangi penerbangan nasional yang juga meningkat pesat dan modern paralel dengan pesatnya pertumbuhan teknologi.

“Peningkatan tersebut ditandai dengan penambahan  jumlah penumpang dan jumlah pesawat yang sangat tinggi. Untuk itu diperlukan juga sebuah bandara yang sesuai sehingga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan tetap terjamin,” paparnya. (omy)