Angkasa Pura 2

Waduh.. Bongkar Muat Barang Non Petikemas Di Pelabuhan Tanjung Priok Anjlok

Another News DermagaKamis, 2 November 2017
IMG-20171101-WA0028-600x400

JAKARTA (BeritaTrans com) – Memasuki triwulan ke 4 tahun ini, arus bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok sampai Oktober 2017 mengalami sedikit kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (2016).

Sementara bongkar muat barang non petikemas (general cargo, bag cargo, curah cair, curah kering, kendaraan/ alat berat dan hewan semuanya turun signifikan dibanding tahun lalu.

Menurut data yang dihimpun BeritaTrans.com kemarin, arus petikemas sampai Oktober 2017 tercatat 1.656.979 box/2.088.799 TEUs atau naik 5,1%; dalam (box) dan 4,7% dalam (TEUs) dibanding periode sama tahun 2016 sebesar 1.576 554 box/1.994.090 TEUs.

Bongkar muat general cargo sampai Oktober 2017 sebesar 4.238.594 ton atau turun 18,6% dibanding periode sama tahun lalu 5.209.045 ton.

Bag cargo 158.075 ton turun 73% dibanding tahun sebelumnya 589.059 ton.

Curah cair 1.328.310 ton turun 14,6% dibanding tahun lalu 1.555.527 ton.

Bongkar muat curah kering sampai Oktober 2017 sebesar 3.737.951 ton atau turun 31,9% dibanding periode sama rahun sebelumnya 5.491.412 ton.

Bongkar muat kendaraan/alat berat tercatat 226.859 unit atau turun 31% dibanding periode sama tahun lalu 329.128 unit.

Sementara bongkar muat hewan 221.121 ekor turun 35,2 % dibanding tahun sebelumnya 341.627 ekor.

Belum didapat informasi dari PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) sebagai operator Pelabuhan Tanjung Priok apa penyebab bongkar muat barang non petikemas mengalami penurunan.

Namun khusus mengenai penurunan bongkar muat steel product seperti coil , kata Febrianto Zen, Asisten CSR dan Humas PTP , mengalami penurunan karena pabriknya di Tiongkok banyak tutup akibat permintaan berkurang setelah negara pengimpor coil sudah produksi sendiri.

Namun ada pula sumber menyebut importir steel product mengalihkan bongkar muatnya ke pelabuhan lain di luar Pelabuhan Tanjung Priok.
(wilam)