Angkasa Pura 2

Awas Kemacetan, 30% Penjualan Mobil dan Motor 2017 Ada di Jabodetabek

Koridor OtomotifSenin, 6 November 2017
20121218_Kemacetan_Jakarta_4284

JAKARTA (Beritatrans.com) – Penjualan mobil pada periode Januari-Juli 2017 mencapai 18.808 unit. Data Gaikindo meyebutkan, jumlah tersebut naik 4,17% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 594.018 unit.

“Sementara, penjulaan sepeda motor periode Januari-Juli 2017 mencapai 3,23 juta unit. Jumlah itu turun dibandingkan periode sama tahun lalu 3,26 juta unit,” kutip Beritatrans.com di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Diperkirakan paling kurang 30% penjualan mobil dan sepeda motor itu berada di kawasan Jadebotabek. Implikasinya, kemacetan lalu lintas akan semakin padat dan butuh kepedulian semua pihak.

Beralih ke Angkutan Umum

BPTJ Kementerian Perhubungan (Kemhub) sudah menyanangkan dan menyiapkan sarana angkutan umum dari dan menuju Jakarta. BPTJ bersama operator transportasi di Jakarta sudah meluncurkan berbagai program seperti JR Connexion, dan JA Connexion.

Yang paling akhir, BPTJ bersama Perum PPD sudah meluncurkan TransJabodetabek Premium, dari Megal Mall Bekasi ke Plaza Senayan. Kedua Dari Bogor ke Jakarta oleh Perum Damri.

Selain itu, TransJakarta milik Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan pelayanan dan fasilitasnya. Headway antar bus, ketepatan pelayanan dan sarana di dalam bus terus ditingkatkan.

Pihak BPTJ menargetkan, ratio penggunaan angkutan umum (share angkutan umum) terus meningkat. Dengan begitu, diharapkan bisa menekan tingkat kemacetan karena masyarakat beralih menggunakan ankutan umum, termasuk berbasis bus, KRL.

Sebentar lagi, masyarakat Jabodetabek akan bisa menikmati layanan MRT dan LRT termasuk KA Bandara. Paling lambat, tahun 2019 kedua proyek transportasi masa itu bisa dioperasikan.(helmi)