Angkasa Pura 2

Organda: Pindahkan Depo Petikemas ke Dekat Kawasan Industri

Koridor LitbangRabu, 8 November 2017
IMG-20171107-WA0021

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah perlu segera memindahkan depo-depo penumpukan petikemas ke dekat kawasan indsutri seperti di Bekasi, Cikarang, Purwakarta serta Tangerang dan lainnya. Dengan begitu, akan memudahkan proses pengiriman barang dan menghindari kemacetan panjang yang merugikan semua pihak.

“Selama ini, depo-depo petikemas demominan di daerah Jakarta Utara atau sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara, industrinya ada di Bekasi, Purwakarta dan Tangerang. Ke depan, perlu dilakukan relokasi depo-depo petikemas ke dekat industri,” kata pengurus DPP Organda Gani Hartono dalam diskusi mengenai pengembangan Logustuik di Indoesia yang digelar Balitbang Perhubungan di Jakarta, kemarin.

Akibat lokasi depo petikemas yang jauh dari kawasan industri atau pusat komoditas yang akan diangkut, menurut Gani, truk-truk angkutan logitik harus mutar-mutar dari Area parkir truk, ke depo petikemas dan dianjtukan ke industri dan mengisi barang baru kemudian diangkat ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Akibatnya, truk angkutan barang menghabiskan waktu antara 6-9 jam untuk sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok. “Kondisi itu harus dilakui karena jalanan macet, dan sering terjadi barang sampai di pelabuhan sudah terambat atau melebihi closing time yang ditetapkan pihak pelayaran,” jelas Gani.

Selama ini, menurut Gani, rata-rata satu truk habis enam jam tanpa income atau pendapatan karena harus mengambil petikemas kosong dan membawnya ke industri. Setelah diisi dan dibawa ke pelabuhan baru dikenakan chrage atau biaya. “Pemborosan baik waktu atau biaya di perjalanan ditambah kemacetan lalu lintas harus ditekan dan dicarikan solusinya,” papar Gani.

petikemas_tanjung_priok

Industri dan Dry Port

Menurut pejabat logistik dari Gemala Grup itu, sebelumnya Pemerintah sudah berencana memindahkan depo petikemas ke dekat kawasan industri. Dengan begitu, pola dan rute angkutan petikemas lebih pendek dan tak harus terjebak kemacetan panjang dan melelahkan.

Pengurus Organda lainnya Kusuma Natali menambahkan, ide pemindahan depo petikemas ke dekat kawasan industri sangat baik. “Cara tersebut bisa lebih mendekatkan waktu dan jarak tempuk truk angkutan barang untuk samai ke industri untuk mengisi muatan sebelum dibawa ke pelabuhan,” katanya pada Beritatrans.com.

Apalagi jika kawasan indsutri itu dilengkapi dengan dry port yang dilengkapi dengan fasilitas kepabeanan serta personel Bea Cukai, Karantina dan lainnya akan lebih baik. “Jadi, barang sudah diperiksa atau mendapat clearence dari dry port atau industri baru diangkut ke Pelabuhan Tanjung Priok. Pembangunan dry prot itu akan mengurangi resiko macetan dan kepadatan baik di dalan atau di kawasan pelabuhan. Barang sampai lini satu pelabuhan bisa langsung naik kapal sesuai jadwal dan selanjutnya dikapalkan ke negara tujuan,” tutur Kusuma.

Jika depo petikemas dekat dengan industri, menurut Kusuma, maka truk bisa lebih cepat mengambil petikemas kosong untuk dibawa ke industri dan diisi komoditas yang akan diekspor. Jadi, waktu diperjalanan makin singkat dan resiko terjebak kemacetan makin kecil.

“Ide pemindahan depo petikemas ke dekat industri sangat bagus, dan bisa mengurangi resiko kemacetan lalu lintas di perjalanan. Yang pasti, pengangkutan petikemas dari dan menuju pelabuhan harus dipercepat sehingga bisa menekan biaya ekonomi tinggi sekaligus menaikkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” tandas Kusuma.(helmi)