Angkasa Pura 2

Rendah Situational Awareness Pengemudi di Jalan Raya

Aksi Polisi Koridor SDMRabu, 8 November 2017
Wildan PKTJ

JAKARTA (Beritatrans.com) – Melakukan perjalanan di Sumatera Utara khususnya setelah keluar dari jalan tol dan memasuki jalan nasional dari Serdang Bedagai – Pematang Siantar. Jalan arteri primer kelas II dengan lebar sekitar 7 meter, dua lajur dua arah tanpa median.

Dengan kondisi lalu lintas mix traffic, fully akses sepanjang jalan, kecepatan tinggi rasa-rasanya saya sedang shooting film Fast and Furious. Hanya kebesaran Tuhan saja yang akan bisa membawa saya kembali pulang ke rumah dengan selamat.

“Wajar jika saya memiliki pemikiran dimaksud karena mampu memperhitungkan resiko yang ada dari kondisi lalu lintas seperti ini. Tanpa perlu membuka google saya sudah tahu pasti bahwa jalan ini pasti rawan kecelakaan (black link) dan selalu disebutkan faktor dominannya adalah human error (ngantuk, ngebut, ugal-ugalan dan lainnya),” kata investigator KNKT dan akademisi senior STTD Bekasi Ahmad Wildan, ATD, M.sc kepada Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Hal itu dialami Wildan saat melakukan perjalanan dari bandara Kualanamu menuju Kota Pematangsiantar, Selasa (7/11/2017) untuk memenuhi undangan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara sebagai narasumber dalam pembinaan teknis keselamatan jalan bagi aparatur dinas perhubungan se-Provinsi Sumatera Utara.

Menurutnya, sama sekali tidak terfikirkan oleh mereka bahwa faktor penyebab kecelakaan pada karakteristik seperti ini adalah pengemudi yang kehilangan situational awareness terhadap jalan yang substandar.

Apa itu situational awareness dalam mengemudi? Penelitian dari Australian Transportation Safety Board (ATSB), kata Wildan, menunjukkan bahwa factor manusia (human factor) adalah penyebab kontribusi sekitar 80% dari seluruh accident. Dan sekitar 85% nya adalah kehilangan situasional awareness (Lost of Situational Awareness).

“Penurunan situasional awareness dapat mengarah kepada ketidak mampuan membuat keputusan (decision making) dan tindakan yang tidak sesuai,” papar Wildan.

Terdapat 3 (tiga) kegiatan yang tercakup di dalam situasional awareness , yaitu;
persepsi atau mengamati, memahami secara komprehensif, dan memproyeksikan apa yang terjadi ke depan.

Komponen Pokok

Adapun beberapa komponen pokok dari situasional awareness adalah sebagai berikut :

Environmental Awareness : Kewaspadaan terhadap pengguna jalan lainnya, cuaca, cahaya, pohon tumbang, longsor dll
Mode Awareness : Kewaspadaan terhadap konfigurasi pada kendaraan dan system otomasi pada kendaraan.

Spatial Awareness : Kewaspadaan terhadap posisi geografis dan karakteristik jalan (dimensi ruang), seperti lebar jalan, fungsi jalan, kelokan, turunan dll.

System Awareness : Kewaspadaan terhadap system lalu lintas yang terintegrasi seperti pengaturan APILL dll
Time Horizon : Kewaspadaan terhadap waktu, ketika pelaksanaan prosedur yang dilakukan sesuai dengan waktu yang tepat.(helmi)