Angkasa Pura 2

Sedih, 475 Orang Tewas Di Perlintasan Sebidang Kereta Api

Emplasemen KoridorJumat, 10 November 2017
8395|188FAEA3-5056-A510-530E5DA5149B993F

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sungguh menyedihkan, selama kurun 2017-2017, sebanyak 475 orang tewas meregang nyawa di perlintasan sebidang kereta api (KA). 533 korban luka berat dan 274 luka ringan.

Saat ini, jumlah perlintasan sebidang se Indonesia sebanyak 5.839 lokasi. Perlintasan yang berizin atau resmi di Jawa 969 (81%) dan di Sumatera 225 (19%).

“Berdasarkan data yang kami terima, dari jumlah perlintasan itu, yang tidak berizin jauh lebih besar, yakni 4.635 lokasi (79,5%), Jawa (3.517) & Sumatera (1.118),” jelas Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Jika ada kepala daerah merasa berberatan dengan ditutupnya perlintasan sebidang, tidak harus seketika menolak. Menurutnya, Pemda turut mendukung, karena bertujuan menyelamatkan warganya dari korban kecelakaan.

“Pelanggar terbesar di perlintasan sebidang adalah pesepeda motor,” ungkapnya.

Untuk mencari jalan keluarnya, Kepala Derah disebutkan Djoko, bisa membangun sendiri atau mengusulkan ke Kementerian PUPR untuk dibangun fly over atau underpass. Seperti misalnya yang baru terbangun di Klonengan dan Kesambi (Kab. Tegal), Kretek dan Dermoleng di Kab. Brebes.

Perpotongan antara jalur kereta api dan jalan dibuat tidak sebidang adalah amanah dari UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pemda dapat ikut menyosialisasikan dan meminimalisir dampak dari penutupan perlintasan sebidang, seperti meyakinkan warganya tentang pentingnya keselamatan dan dampak jangka panjang yang akan di terima oleh masyarakat,” urai Djoko.

Pada prinsipnya, pembangunan perlintasan tidak sebidang dengan membangun flyover atau underpass dapat dijadikan sebagai pengganti dari perlintasan sebidang.

“Namun, ketika perlintasan tidak sebidang selesai dibangun, maka perlintasan sebidang di lokasi itu harus ditutup, jangan sekadar dibangun tetapi tidak ada perubahan pola lalin,” tegasnya. (omy)

loading...