Angkasa Pura 2

Hasilkan Rencana Induk Pelabuhan, Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau & Penyeberangan Balitbanghub Berperan Dalam Pengembangan Danau Toba

Dermaga LitbangSabtu, 11 November 2017
2017-11-11 18.43.56

SAMOSIR (BeritaTrans.com) – Untuk semakin memikat wisatawan, Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menampilkan tagline: Samosir Negeri Indah Kepingan Surga.

Wilayah kabupaten di pulau yang dikelilingi oleh Danau Toba ini terus ditata dan dikembangkan. Dapat dilihat dari seriusnya pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengembangkan wisata yang disuguhkan di pulau ini, dari dibentuknya Otorita Danau Toba sampai pembenahan sarana dan prasarana moda transportasi.

Pemerintah pusat bahkan menjadikan Danau Toba dalam sepuluh destinasi Nasional, yang merupakan salah satu program Nawacita Presiden Jokowi,

Moda transportasi merupakan komponen utama dalam upaya pengembangan suatu daaerah. Berbasis dari pemahaman itu Kementerian Perhubungan terus menata dan mengembangka transportasi dalam akses menuju Danau Toba.

Untuk menuju Danau Toba dikembangkan Bandara Silangit yang menjadi bandara internasional sebagai pintu masuk utama menuju ke Danau Toba dan Kabupaten Samosir. Penerbangan internasional dibuka perdana pada tanggal 28 Oktober 2017 dari Singapura.

Untuk penerbangan domestik, dari Jakarta langsung ke Bandara Silangit dilayani oleh dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan maskapai Sriwijaya Air. Bandara ini juga melayani penerbangan dari Batam dan Kualanamu Medan.

Selain moda transportasi udara, Kementerian Perhubungan juga mengembangkan moda transportasi air. Melalui Puslitbang Transportasi Laut, Sungai Danau dan Penyeberangan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub), Kementerian Perhubunan merencanakan dan membuat studi Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang ada di Danau Toba.

Pelabuhan yang dibuatkan RIP oleh Puslitbang Transportasi Laut, Sungai Danau, dan Penyeberangan adalah Pelabuhan Onan Runggu dan Pelabuhan Ferry Sipinggan.

Berada di kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir, Pelabuhan Onan Runggu melayani kapal dengan lintasan ke Balige di Toba Samosir (Tobasa). Pelabuhan Balige ini terdekat dengan Bandara Silangit.

Waktu tempuh dari Bandara Silangit menggunakan kendaraan hanya memakan waktu lima belas sampai dua puluh menit untuk tiba di Pelabuhan Balige. Kapal penyeberangan dari Balige – Onan Runggu hanya di tempuh kurang dari satu jam. Sehingga total waktu tempuh untuk tiba di Pulau Samosir dari Bandara Silangit hanya memakan waktu satu setengah jam.

Jika dibandingkan dengan jalan darat melalui Telle memakan waktu dua setengan Jam. Tentu ini menjadi pertimbangan yang baik untuk mempercepat akses wisatawan tiba di Pulau Samosir.

Pada 9-11 November 2017, tim studi dari Puslitbang Transportasi Laut dipimpin langsung Oleh Kapuslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan Ir. Ahmad, M.MTr.,QIA.,CFr. A melakukan Focus Group Discussion dan kunjungan langsung ke lokasi pelabuhan.

2017-11-11 18.49.41

Tim studi RIP Onan Runggu ini diketuai oleh peneliti senior Drs. Dedy Arianto, MsTr, didampingi sekretaris yaitu Wahyu Prasetya Anggrahini, S.Si., MT, Ibu Ir. Romeiza Syafriharti, MT sebagai narasumber, Davit Elfedo Panggabean AMd. LLASDP sebagai seksi perlengkapan.

Perjalanan dimulai pukul 7.35 WIB dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Dengan pesawat Bombardier atau Jet Explore Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 268 menuju bandara Silangit. Waktu tempuhnya 2 jam penerbangan.

Setibanya di Bandara Silangit disambut dengan sejuknya cuaca pegunungan yang cukup terasa dingin, perjalanan dilanjutkan ke Samosir dengan mobil sewaan dengan jalan darat melaui Telle tanpa harus menyeberang menggunakan kapal penyeberangan.

Pemandangan yang disuguhkan sangat memanjakan mata, sejuk dan hijaunya pepohonan bersanding dengan rapinya bukit yang tersusun rapi membuang sejenak penat dengan kemacetan Jakarta. Setelah melewati waktu dua jam setengah perjalanan tidak terasa tiba di Pangururan yang merupakan kota Kabupaten Samosir.

Beristirahat sebentar di Hotel Dainang, tim melanjutkan perjalanan menuju Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir. Kepala Dinas Perhubungan Nurdin Siahaan, SH, telah menunggu untuk menyambut dan mempersilahkan tim memasuki kantor Dinas Perhubungan.

Setelah beberapa lama berbincang tentang perjalanan, dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi pelabuhan yang dijadikan studi Rencana Induk Pelabuhan Yaitu Pelabuhan Onan Runggun dan Sipinggan.

2017-11-11 18.49.29

Di hari kedua kegiatan FGD dilaksanakan dengan dihadiri Wakil Bupati Bapak Juang Sinaga, mewakili Direktur Perhubungan Darat Hardi Sukarlianto, BPTD Sumatera Utara Rijaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dinion Tamba, Camat Onan Ringgu, Dinas Pariwisata, Otorita Danau Toba, serta Satker Sumatera Utara.

Kegiatan Focus Group Disccussion Berjalan dengan kondusif dan hangat dimulai dari kata sambutan Wakil Bupati samosir dan dilanjutkan dengan pemaparan studi Rencana Induk Pelabuhan oleh Peneliti Senior Drs. Dedy Arianto, MsTr. Kapuslitbang Transportasi Laut, Sungai Danau dan Penyeberangan selaku moderator memimpin jalannya Foccus group Disccussion dengan baik sehingga tiba sampai di ujung acara berjalan dengan lancar.

Focus group Discussion ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Wakil Bupati Kepada narasumber, pembicara serta Kapuslitbang Transportasi Laut, Sungai Danau dan Penyeberangan dengan menyelimuti kain Ulos, yang merupakan kain ciri khas suku batak, dan merupakan tanda kehormatan dan kehangatan dalam berhubungan baik.

2017-11-11 18.49.08

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama pembahas, pembicara dan tim studi. Waktu menunjukan pukul 17.00 WIB, tim beranjak meninggalkan Samosir menuju parapat untuk bermalam di parapat dengan menyeberang menggunakan kapal penyeberangan melaui pelabuhan Tomok- Parapat.

Pukul 19.30 kapal meninggalkan pelabuhan Tomok menuju pelabuhan Ajibata di kabupaten Simalungun. Setibanya di hotel Inna Parapat, tim memutuskan untuk beristirahat melepas lelah. Pada Sabtu, 11 November 2017, tim menuju Bandara Silangit untuk melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat ke Bandara Soekaeno-Hatta. (Tim Humas Balitbanghub).