Angkasa Pura 2

PEMERINTAH SEBAIKNYA FOKUS PADA PENATAAN TRANSPORTASI UMUM

Koridor SDMMinggu, 12 November 2017
Djoko_Setijowarno

JAKARTA (Beritatrans.com) – Mobil itu ibarat kolesterol. Kita membutuhkannya untuk mengalirkan darah di dalam tubuh, tetapi kita harus mengontrolnya.

“Jika kita gagal mengontrolnya, kolesterol akan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan kita akan mati karena serangan jantung,”

Demikian dikutip dari PM Singapura Goh Cok Tong yang dikutip Kepala Lab Transportasi Unika Soegojopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kepada Beritatrans.com di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Menurutnya, adAda delapan indikator kinerja utama (key performance indicator/ KPI) dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek.

Pertama, penggunaan angkutan umum sampai 60% dari total pergerakan orang*, Kedua, perjalanan dari asal tujuan maksimum 1,5 jam pada jam puncak, ketiga, kecepatan rata-rata minimal *30 km/jam* pada jam puncak.

Selanjutny, keempat cakupan layanan angkutan umum di perkotaan 80% dari panjang jalan, Kelima akses jalan kaki ke angkutan umum maksimum 500 meter, Keenam, setiap daerah mempunyai feeder yang diintegrasikan dengan *trunk* melalui satu simpul.

Ketujuh, simpul harus mempunyai fasilitas pejalan kaki dan park and ride, dengan jarak perpindahan antarmoda maksimum 500 meter, kedelapan atau terakhir, perpindahan moda dalam 1 kali perjalanan, maksimum 3 kali.(helmi)

Artikel Berikutnya →
loading...