Angkasa Pura 2

Humpuss Beli 3 Kapal Seharga 10 Juta Dolar

DermagaSenin, 13 November 2017
clamshell dredger dari Summit Offshore Marines

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) telah menuntaskan pembelian tiga unit kapal senilai US$ 10,1 juta. Pendanaan pembelian tersebut berasal dari pembiayaan bank sebesar US$ 6,8 juta dan sisanya sekitar US$ 3,3 juta diambil dari kas internal.

Sekretaris Perusahaan Humpuss Daryono mengatakan, dua unit kapal jenis hopper barge dibeli dari Nagasaki Shipping Pte Ltd dan sisanya satu unit clamshell dredger dari Summit Offshore Marines Pte Ltd.

“Kami telah menuntaskan transaksi pembelian tiga unit kapal tersebut pada 25 Oktober 2017. Sedangkan serah terima kapal antara perseroan dengan Nagasaki dan Summmt Offshore dilakukan di Busan, Korea Selatan, yang menjadi lokasi ketiga kapal tersebut berada,” tulisnya dalam penjelasan resmi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, transaksi tersebut bukan merupakan transaksi affiliasi maupun mengandung benturan kepentingan, karena Humpuss dengan kedua perusahaan penjual kapal tidak memiliki hubunga affiliasi. Hanya saja transaksi tersebut merupakan material, karena nilainya mencapai US$ 10,1 juta atau lebih dari 20% nilai ekuitas perseroan tahun 2016.

Sebelumnya, Humpuss melalui cucu usahanya, PT Hutama Trans Kencana (HTK2), telah menyelesaikan transaksi penutupan (closing) pembelian kapal pada 6 Oktober 2017. Perseran membeli kapal tanker pengangkut minyak bernama Sinar Jogja dari PT Samudera Shipping Services (SSS).

Pembelian kapal tersebut menelan dana sebesar US$ 10 juta. Pendanaan bersumber dari fasilitas kredit Bank BNI sebesar US$ 6,09 juta dan sisanya sebesar US$ 3,91 juta berasal dari PT Humpus Transportasi Kimia (HTK), yaitu perusahaan yang 99,9% sahamnya dimiliki perseroan.

Direktur Keuangan Humpuss Budi Haryono permah mengatakan, perseroan bakal bermitra dengan Royal IHC dalam menggeluti bisnis pengerukan di Indonesia. Kedua perusahaan ini bakal membentuk perusahaan patungan dengan mayoritas saham bakal digenggam oleh Humpuss.

Keiginan merambah bisnis pengerukan telah dicanangkan sejak tahun lalu. Saat ini, Humpuss melakukan penjajakan dengan sejumlah partner, mulai dari Royal Boskalis Westminster NV dan Van Oord. Kedua merupakan perusahaan spesialis pengerukan asal Belanda.

Menurutnya, prospek usaha pengerukan tergolong menjanjikan. Pasalnya, pembenahan infrastruktur pelabuhan yang tengah digalakka pemerintah membutuhkan jasa pengerukan. Meski kontrak hanya berlangsung singkat sekitar 2-3 bulan, jasa pengerukan juga dinilai menjanjikan, karena setiap tahun pengelola pelabuha juga bakal melakukan perawatan pelabuhan guna meminimalisasi dampak sedimentasi. (jasmin/sumber: beritasatu.com).