Angkasa Pura 2

Ini Strategi Pelayaran Jepang Bertahan Di Tengah Gempuran

Dermaga SDMSenin, 13 November 2017
Kapal MOL Jepang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Perusahaan pelayaran petikemas kelas dunia harus menghadapi gempuran hebat di tengah kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu.

Pelayaran peti kemas kelas kakap tak hentinya dirundung masalah. Tentu saja ada yang gulung tikar karenanya. Hanjin misalnya.

Banyak yang koleps, meski ada pula yang bertahan dan mereka harus berjibaku untuk tetap bisa mengapung di lautan bisnis.

“Perusahaan-perusahaan pelayaran peti kemas asal Jepang adalah mereka yang mampu bertahan hidup,” kata Direktur Namarin Siswanto Rusdi saat dihubungi Beritatrans.com di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Menurut sebuah laporan, kata Siswato, K Line, MOL dan NYK dikabarkan telah membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk menyiasati masalah yang menghantui bisnis pengangkutan kontainer, yaitu kelebihan pasokan ruang kapal.

Dinamai Ocean Network Express (ONE), lanjut Siswanto, karena perusahaan patungan ini akan mengintegrasikan seluruh lini usaha – pelayaran dan terminal – yang dimiliki oleh ketiga firma pelayaran tersebut.

Khusus usaha terminal, hanya yang berada di Jepang yang akan dikelola oleh perusahaan jangkar. Selebihnya akan dikendalikan langsung oleh ONE.

Ditambahkan Siswanti, Singapura dipilih oleh entitas baru itu sebagai rumah bagi kantor pusat operasi korporasi sementara cabang regional akan berkantor di Inggris, AS dan Brasil.

“Rencananya, perusahaan akan resmi beroperasi pada 1 April 2018,” tandas staf pengajar YAI Jakarta itu lagi.(helmi)