Angkasa Pura 2

Pisah Sambut Kepala OP Tanjung Priok, Nyoman Harapkan Penggantinya Lanjutkan Tugas Belum Rampung

DermagaSenin, 13 November 2017
IMG-20171113-WA0028-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra mengharapkan pada penggantinya Arif Toha agar melanjutkan beberapa tugas yang belum selesai semasa kepemimpinannya.

Harapan itu disampaikan Nyoman Gede Saputra dalam acara pisah sambut Kepala OP Tanjung Priok bersamaan dengan acara Forum Kehumasan di Jakarta Senin (13/11/2017).

Nyoman mengatakan beberapa tugas yang masih perlu dilanjutkan oleh Kepala OP yang baru Arif Toha antara lain, mengupayakan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok 2,5 hari secapa pasti.

Dia mengatakan Kantor OP bersama isntansi terkait selama ini sudah bekerja keras untuk mencapai dwelling time 2,5 hari tapi sampai saat ini masih belum tercapai secara pasti. Walau pun kadang kadang tercapai 2,5 hari.

Selain itu Delivery Order (DO) Online belum jalan , pembahasan tarif Ongkos Pelabuhan Pemuatan (OPP) dan Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPT) segera dibahas.

Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB) belum seluruhnya rampung termasuk I Cargo, kata Nyoman.

Sementara Kepala OP Tanjung Priok Arif Toha mengharapkan semua pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok bisa bersinergi untuk membuat layanan di pelabuhan lebih baik lagi.

20171113_105938-600x400
Adil Karim, Sekum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI dalam kesempatan itu mengatakan asosiasi banyak berharap kepada Kepala OP yang baru agar melaksanakan regulasi yang sudah ditetapkan Kemenhub.

Misalnya PM25 Tahun 2017 (relokasi kontainer long stay) dan PM 72 tentang struktur dan pedoman tarif kepelabuhanan.

Adil mengatakan PM 25 sampai saat ini belum jalan. Untuk PM 72 tarif progresif perlu dikaji ulang karena tidak berdampak signifikan untuk kelancaran arus barang bahkan menimbulkan logistik biaya tinggi.
(wilam)