Angkasa Pura 2

KSOP Banjarmasin: Potensi Kecelakaan di Sungai Barito Masih Tinggi

DermagaSelasa, 14 November 2017
IMG-20171114-WA0015

BANJARMASIN (beritatrans.com) – Kecelakaan pelayaran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan relatif rendah. Meskipun demikian, potensi terjadinya kecelakaan pelayaran masih cukup tinggi, terutama kapal-kapal yang berlayar di Sungai Barito.

Demikian dikatakan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Kalimantan Selatan Muh. Takwim Masuku di sela-sela acara sosialisasi keselamatan pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan hari ini, di Banjarmasin, Selasa (13/11/2017).

IMG-20171114-WA0021

“Angka kecelakaan pelayaran di Banjarmasin sebetulnya relatif rendah karena tahun ini saja baru 3 sampai 4 kejadian. Tapi potensi terjadinya kecelakaan masih cukup tinggi, tetutama di Sungai Barito,” kata Takwim.

Dengan demikian, lanjut Takwim, nakhoda dan awak buah kapal jangan lengah apalagi sampai mengabaikan keselamatan pelayaran.

“Makanya saya sangat berterima kasih pemerintah pusat memilih Banjarmasin sebagai salah satu tempat untuk sosialisasi keselamatan pelayaran,” ujarnya.

IMG-20171114-WA0034

Pemilihan Banjarmasin sebagai tempat sosialisasi keselamatan pelayarn dinilai Takwim sangat tepat. Sebab, karakteristik pelayaran di Ibu Kota Kalimantan Selatan ini cukup unik karena selain pelayaran sungai juga ada pelayaran laut.

“Sungai Barito selain lebar juga memiliki arus yang sangat kuat. Ditambah pasang dan surutnya relatif cepat. Sehingga siapa pun yang berlayar di Sungai Barito tidak bisa main-main dengan keselamatan pelayaran,” tuturnya.

IMG-20171114-WA0035

Menurut Takwim, aktifitas kapal baik kapal besar maupun kapal rakyat di Sungai Barito sangat tinggi. Sehingga perlu kesadaran bersama pada keselamatan pelayaran, termasuk kesadaran dari pemerintahan setempat. Sebab, banyak kapal rakyat yang keluar masuk sungai Barito langsung dari rumah mereka. Bukan dari pelabuhan.

“Jadi, kalau tidak hati-hati risiko kecelakaan sangat tinggi,” katanya.

Makanya sosialisasi seperti ini sangat penting untuk terus memberikan kesadaran kepada operator dan pengguna jasa tentang betapa pentingnya keselamatan pelayaran. (aliy)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono