Angkasa Pura 2

Capt. Astri, Satu-Satunya Inspektor Marin Wanita Wakili Indonesia pada Konferensi Regional IMO

Dermaga FigurRabu, 15 November 2017
IMG-20171115-WA0027

IMG-20171115-WA0018

DILLI (BeritaTrans.com) – Capt Astri Wahyuningsih, Inspektor Marin (Marine Inspector) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menjadi satu-satunya wanita perwakilan delegasi
Indonesia dalam acara Regional Conference on Women in Maritime Asia Transitioning from Millennium Development Goals to Sustainable Development Goals (SDG) tanggal 06 – 10 November 2017 di Dilli, Timor Leste.

Tentu saja ini menjadi keistimewaan bagi Srikandi Ditjem Hubla itu, karena konferensi Women in Maritime Asia ini merupakan wadah bagi para perempuan ASIA yang berkecimpung dalam sektor maritim dan diadakan oleh International Maritime Organization.

“Pelaksanaannya dua tahun sekali, saya bangga terpilih mewakili Indonesia pada gelaran internasional ini,” aku Astry kepada BeritaTrans.com, Rabu (14/11/2017).

Tujuan dari diadakannya konferensi ini menurutnya, untuk memperkenalkan stategi gender yang telah direvisi oleh IMO, khususnya tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan menyoroti
tantangan-tantangan yang ada di negara-negara Asia serta dapat mengambil peluang untuk meringankan tantangan tersebut di dalam sektor maritim.

Selain itu, konferensi ini merupakan forum untuk pertukaran informasi
antaranggota disamping untuk menambah pengakuan peranan wanita di sektor maritim dalam pelaksanaan Instruments IMO melalui stategi regional, pendidikan, dan pelatihan maritim.

IMG_20171115_130453

“Dengan memberikan kesempatan para wanita di sektor maritime khususnya para anggota Women in Maritime Asia,” tuturnya.

Konferensi ini dibuka secara resmi oleh Menteri Transportasi Timor
Leste dan dihadiri oleh wakil dari 14 negara peserta WIMA (Cambodia, DPR Korea, Republic of Korea, Indonesia, Laos PDR, Malaysia, Maldives, Myanmar, Mongolia, Pakistan, Philipine, Thailand, Vietnam dan Timor Leste, Wakil dari IMO Mrs. Helen Buni, ANL Australia Mrs. Pascale Tousasat, Portugal Officials, dan Timor Leste Officials.

Pada konferensi ini semua peserta termasuk dari Indonesia memberikan
pengenalan dan presentasi yang topiknya sudah ditentukan oleh wakil
dari IMO Mrs. Helen Buni dan Indonesia mendapat topik Memobilisasi manfaat dan kontribusi wanita untuk program keamanan maritime dan pemerintahan.

“Untuk mempertajam diskusi pada hari ketiga diadakan diskusi Working Group dan masing-masing negara menempatkan satu orang di Working Group 1 (WIMA Asia) dan satu orang di Working Group 2 (WIMA National) dimana dalam Working Group ini para peserta berdiskusi dan membuat Visi dan Misi kedepan, rencana strategi, latihan dan kesempatan para wanita di sektor maritim,” urai Astry.

Pada hari keempat, diadakan pemilihan
Ketua Dewan Panitia Woman of Maritime Asia dimana terpilih kandidat dari Filipina sebagai ketua.

“Acara konferensi berikutnya diadakan di Filipina dua tahun lagi,” katanya.

Dia berharap peran Srikandi Ditjen Hubla bisa terus meningkat dan turut memberikan sumbangsih untuk bangsa dan negara. (omy)