Angkasa Pura 2

Dalam FGD Balitbanghub Diusulkan Metodologi Analisa Simulasi Uji Tipe Kendaran Bus untuk Tingkatkan Keselamatan

LitbangRabu, 15 November 2017
2017-11-15 13.52.30

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Uji Simulasi Crashworthiness Pada Rancang Bangun Karoseri Kendaraan Angkutan Penumpang di Indonesia, yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubunga merekomendasikan Metodologi Analisa Simulasi Uji Tipe Kendaran Bus untuk Tingkatkan Keselamatan.

2017-11-15 13.53.29

Tujuan FGD ini untuk menghimpun masukan dan rekomendasi dari para stakeholder untuk sistem Uji Simulasi Crashworthiness Pada Rancang Bangun Karoseri Kendaraan Angkutan Penumpang di Indonesia terhadap transportasi Jalan yang efektif dan efisien serta selamat.

Diskusi yang digelar di Bandung, Rabu, 15 Nevember 2017, itu antara lain dipaparkan bahwa pengujian kendaraan bermotor secara umum dilaksanakan selain dalam rangka menjamin keselamatan dan pelayanan umum, juga merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas udara di luar ruangan terutama di jalan raya serta permukiman yang berada pada lintasan angin yang berasal dari jalan raya.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, telah diwajibkan bagi setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus dilakukan pengujian. Namun mengingat keterbatasan fasilitas dan peralatan pengujian yang ada, maka kewajiban uji tersebut saat ini masih dibatasi pada jenis kendaraan bermotor tertentu saja, yaitu mobil barang, mobil bus, kendaraan khusus dan angkutan umum. Jenis-jenis kendaraan tersebut yang wajib untuk pemeriksaan dan pengujian laik jalan kendaraan yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali.

Isu dibidang transportasi darat adalah masalah kecelakaan lalu lintas dan masalah lingkungan. Data kecalakan di Indonesia menunjukkan tingkat kecelakaan kendaraan bus yang mengakibatkan tingkat kematian dan resiko cidera berat dengan skala cidera diatas 3 (Abbreviate Injutry Scales AIS >3). Salah satu faktor yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas adalah kondisi kendaraan. Dalam upaya untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas serta pengendalian masalah lingkungan, langkah yang dilakukan adalah melalui Pengujian Kendaraan bermotor.

Tujuan penyelenggaraan pelayanan pengujian berkala kendaraan bermotor (PBKB) adalah untuk memberi jaminan keselamatan secara teknis terhadap pengguna kendaraan bermotor, melestarikan lingkungan dari kemungkinann pencemaran yang diakibatkan oleh pengguna kendaraan bermotor di jalan, memberikan kepastian bahwa kendaraan bermotor yang dioperasikan dijalan telah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan agar dapat terciptanya transportasi darat yang sesuai dengan kelayakan untuk berada dijalan dan juga agar pelanggan transportasi darat merasa aman, nyaman, cepat/lancar, dan tertib/teratur agar mereka lebih percaya pada sarana transportasi yang digunakan.

Pengembangan metodologi analisa simulasi untuk uji tipe kendaran bus diusulkan untuk meningkatkan tingkat kesalamatan kendaraan bus. Saat ini metode uji tipe belum mencakup unjuk kerja kendaraan dalam beberapa skenario kecelakaan yang akan terjadi di jalan. Data kecalakan di Indonesia menunjukkan tingkat kecelakaan kendaraan bus yang mengakibatkan tingkat kematian dan resiko cidera berat dengan skala cidera diatas 3 (Abbreviate Injutry Scales AIS >3).

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim KNKT terhadap beberapa kecelakaan kendaraan bus di Indonesia didapatkan permasalahan pada beberapa bidang, antara lain:

- Superstruktur yang tidak mampu menahan energi tabrak sehingga ruang penumpang (survivable space) terdegradasi dan menyebabkan resiko cidera (injury risk) yang tinggi

- Integritas sistem keselamatan utama kendaraan, seperti kursi dan struktur penyangga, yang memiliki tingkat integritas struktur yang kurang memadai sehingga tidak mampu menyerap energi dinamik saat kecelakaan

- Integritas komponen sistem interior dan eksterior kendaraan, seperti kaca jendela & komponen aksesoris lainnya, yang memiliki tingkat iintegritas yang kurang memadai sehingga menjadi komponen yang berbahaya (safety hazard) pada penumpang

Dengan diembangkannya acuan uji tipe dengan metode analisa simulasi numerik ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat keselamatan kendaraan bus dan mengurangi jumlah korban kecelakaan bus di Indonesia. (Kepala Bagian Data, Humas dan Publikasi Balitbanghub Rosita Sinaga ).