Angkasa Pura 2

Tinggal 22% Konsumen Listrik Indonesia Yang Disubsidi

EnergiRabu, 15 November 2017
PLN aje

JAKARTA (Beritatrans.com) – Dari total listrik  PT PLN yang dijual kepada masyarakat  Indonesia saat ini, hanya tinggal 22 persen masyarakat yang mendapat subsidi. Itupun kualitas pelayanan PLN  masih sangat beragam jika tak mau disebut buruk.

“Sisanya 78 persen masyarakat membayar listrik pada tingkat harga komersial lebih tinggi dibandingkan tarif listrik yang dijual di China, India dan Amerika Serikat,” kata Direktur AEPI Salamudin Daeng di Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut dia,  penyesuaian tarif listrik di PT PLN, merupakan strategi untuk menambah keuantungan PLN yang saat ini terjerat utang yang besar.

Oleh karena itu, manajemem BUMN energi itu justru mebcari akal bagaimana bisa membayar hutang dan masyarakat ikut menanggung baik langsung atau tidak langsung melalii APBN.

“Seperti diketahui, PLN tersandera dengan bunga utang antara 4-8% yang harus dibayarkan setiap tahun. PLN mengambil utang dalam rangka mengejar ambisi pemerintah merealisasikan mega proyek listrik 35 ribu megawatt (MW),” jelas Daeng.

Utang PLN saat ini  berkisar anatar Rp 400-500 triliun, tergantung pergerakan kusr Rupiah terhadap USD. Utang yang setara dengan asset PLN sebelum revaluasi asset.

“Utang yang tidak akan pernah terbayarkan. Jadi jangan anggap remeh utang PLN karena rakyat yang harus bayar dengan tarif listrik mahal,” tandas Daeng.(helmi)