Angkasa Pura 2

Keterampilan Penyelam KPLP Bidang Salvage Ditingkatkan Melalui Pelatihan Khusus

DermagaKamis, 16 November 2017
IMG-20171116-WA0036

IMG-20171116-WA0034

JAKARTA – Ditjen Perhubugangan Laut Kementerian Perhubungan melalaui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) terus berupaya meningkatkan keterampilan penyelam, salah satunya bidang salvage.

Untuk itu dilaksanakan Peningkatan Keterampilan Penyelam KPLP Bidang Salvage dan Pekerjaan Bawah Air pada Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Sebagaimana diketahui dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 71 Tahun 2013 tentang Salvage dan/atau Pekerjaan Bawah Air, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2016, bahwa setiap pelaksanaan kegiatan Salvage dan/atau Pekerjaan Bawah Air di perairan Indonesia dilakukan pengawasan oleh Unit Pelaksana Teknis setempat sesuai dengan lokasi kegiatan.

Hal tersebut telah dicantumkan dalam Surat Izin Kegiatan Salvage dan/ atau Pekerjaan Bawah Air yang diterbitkan oleh Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, agar kegiatan tersebut dapat berlangsung sesuai dengan Rencana yang telah ditetapkan dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Kegiatan Salvage dan Pekerjaan Bawah Air secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan kegiatan penyelama. Berdasarkan data yang ada kemampuan personel pada UPT Ditjen Hubla sebagai unsur pelaksana pengawasan kegiatan Salvage dan Pekerjaan Bawah Air baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih perlu ditingkatkan,” kata Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Lusi Andayani selaku PH. Direktur KPLP di Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Pihaknya menyadari bahwa kegiatan bidang Salvage dan Pekerjaan Bawah Air tidak hanya dalam bidang penyelaman, namun masih diperlukan ketrampilan tambahan antara lain keterampilan Hidrografi, Under Water Survey, Cutting dan Welding Under Water, Bouyancy/ Refloating, Dismantling, Survey, Maintenace, Repair dan lainnya.

Untuk itu, kecakapan penyelaman pada hakekatnya merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki untuk pengembangan kegiatan-kegiatan tersebut diatas.

“Saya minta para peserta memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya pada kegiatan ini, mengikuti arahan para Instruktur, terutama pada kegiatan praktek kolam maupun praktek laut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat kegiatan penyelaman memiliki resiko tinggi bila tidak dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan,” ungkapnya. (omy)