Angkasa Pura 2

Tahun 2030, Indonesia Butuh 113 Juta SDM Terampil

SDMSenin, 20 November 2017
Hanif Dhakiri

JAKARTA (Beritatrans.com) – Ekonomi Indonesia saat ini berada di posisi 16 besar dunia. Pada 2030 ekonomi Indonesia bisa menjadi rutan yang ke tujuh dunia.

“Syaratnya, di Indonesia harus ada 113 juta tenaga kerja terampil. Saat ini terdapat 56 juta tenaga kerja terampil dan 57 juta hingga 13 tahun mendatang,” Menteri Tenaga Kerja M.Hanif Dhakiri seperti dilansir laman kemenaker.go.id di Jakarta.

Menurut dia, setiap tahun harus ada 3,8 juta tenaga kerja terampil. Ini jadi pekerjaan rumah semua. Semua kesponen pemerintah termasuk lembaga pendidikan, industri dan lainnya harus ikut berkontribusi mendidik dan menyiakan SDM terammpil tersebut.

Oleh karena itu, jelas Menaker, peningkatan kompetensi anak muda penting. Sebuah majalah Jerman, kata Hanif, menyebut anak-anak muda menganggur akan jadi kelompok berbahaya.

“Indonesia harus memastikan anak-anak muda bisa terserap di lapangan kerja dengan pengetahuan dan kompetensi memadai,” terang Menaker.

Galakkan Sekolah Vokasi

Kementrian Ristek dan Dikti sudah menggalakan pendidikan vokasi di seluruh perguruan tinggi di Tanah Air. Yang dibutuhkan ke depan, adalah lulus sekolah termasuk pendidikan tinggi yang teramil dan siap bekerja.

Untuk menyiapkan SDM terampil tersebut, bahkan sudah dimulai sejak bangku SLTA. Pemerintah juga telah melakukan reformasi dan reaktualisasi program pendidikan dan muatan kurikulum SMK sesuai standar nasional dan internasional.

Melalui program SMK bisa, Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya mendukung dan ikut menyiapkan SDM terampil sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja yang ada.(helmi)