Angkasa Pura 2

Hubla Tawarkan 4 Opsi Pola Trayek Tol Laut Tahun 2018

DermagaRabu, 22 November 2017
IMG-20171122-WA0020

IMG-20171122-WA0021

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) melalui Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) akan terus menyempurakan pelayanan tol laut tahun 2018. Sistem tersebut merupakan penyempurnaan dan hasil evaluasi tol laut tahun 2017 ini.

“Trayek tol laut bukan harga mati. Kita akan terus sempurnakan pelaksanaannya di lapangan, agar memberikan hasil optimal ke masyarakat,” kata Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri dan Tol Laut Ditjen Hubla Dr. Capt. Wisnu Handoko pada Focus Group Discussion (FGD) Badan Litbang Perhubungan di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Dikatakan, empat opsi pola trayek tol laut 2018. Opsi 1A adalah Port to Port/ Multiport, Opsi 2 Hub-Spoke Mother & Feeder Vessel, Opsi 3 Hub Spoke Mother & Feeder dengan Subsidi Container, dan opsi 4 Crossing Vessel.

Menurut Wisnu, pihaknya masih akan membahas tol laut dan menerima saran dan masukan para pemangku kepentingan. Yang pasti, pelaksaaan tol laut tahun 2018 harus lebih baik.

Seperti diketahui, program tol laut tahun 2017 sudah melayani 1 trayek, mulai Kepulauan Natuna dan Kepulauan Nias di barat, sampai Papau dan Papua Barat di timur. Selain itu juga Tahuna Sulut dan Maluku Utara di utara sampai NTB/ NTT di selatan.

Dikatakan Wisnu, hasil rapat evaluasi tol laut 2017 diketahui, memang trayek tol laut serta komoditas yang diangkut dari Jawa ke sejumlah daerah terutama di Indonesia timur mampu menekan harga barang antara 15%-20% dari sebelumnya.

Dengan bantuan BUMN peduli, aku Wisnu, dengan membangun Rumah Kita terbukti mampu menyederhanakan jalur distribusi. Masyarakat terutama di daerah pelabuhan singgah kapal tol laut, bisa langsung membeli kebutuhan pokok dan lainnya di Rumah Kita dengan harga murah.

IMG-20171122-WA0022

Namun itu, untuk daerah terpencil dan terdepan NKRI, menurut Wisnu belum semua menikmati hasil program tol laut itu. Mereka belum terjanglau kapal tol laut, karena belum tersedia pelabuhan dan infrastruktur yang memadahi disana.

“Pasalnya, belum ada kapal tol laut yang menjangkau mereka di pulau terdepan dan tenpencil. Ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tahun 2018 ini,” papar Wisnu.

Oleh karena itu, mantan Direktur PIP Semarang ini menambahkan, Ditjen Hubla akan menambah trayek tol laut menjadi 15 trayek tahun 2018 nanti. Trayek tersebut masih dikaji dan dimatangkan mana rute paling baik hasilnya serta trayek mana yang paling kecil dan perlu direrouting kembali.

“Prediksi awal, kalau nanti kita mengoperasikan kapal feeder dan kapal perintis yang melayani tol laut akan lebih besar lagi. Wilayah jangkauannya makin luas dan besaran subsidi tol laut juga perlu ditambah,” tandas Wisnu.(helmi)