Angkasa Pura 2

Inilah Besaran Subsidi Tol Laut Dari Berbagai Opsi Tahun 2018

DermagaRabu, 22 November 2017
15 Rute Tol Laut2018

IMG-20171122-WA0022

JAKARTA (Beritratrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) melalui Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) berencana menambah trayek tol laut tahun 2018 menjadi 15 rute. Jumlah rute itu naik dari realisasi tahu 2017 sebanyak 13 rute tol laut.

“Pagu anggaran subsidi untuk 15 trayek itu dipatok sebesar Rp447 miliar. Dana tersebut harus dimanfaatkan dengan baik, dan dipastikan bermanfaat yang signifikan terutama bagi warga daerah terpecil, terluar dan terdepan (3T) Indonesia,” kata Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri dan Tol Laut Dr. capt. Wisnu Handoko dalam Focus Group Discussion (FGD) Badan Litbang Perhubungan di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Menurut dia, trayek tol laut bukan harga mati. Kita akan terus sempurnakan pelaksanaannya di lapangan, agar memberikan hasil optimal ke masyarakat khususnya kategori 3T itu.

Dikatakan, Ditjen Hubla menawarkan empat opsi pola trayek tol laut 2018. Opsi 1A adalah Port to Port/ Multiport, Opsi 2 Hub-Spoke Mother & Feeder Vessel, Opsi 3 Hub Spoke Mother & Feeder dengan Subsidi Container, dan opsi 4 Crossing Vessel.

Namun begitu, menurut Wisnu, dari keempat opsi tol laut yang ditawarkan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai kondisi geografis serta tantangan yang berbeda.

Selain itu, kondisi infrastruktur, fasilitas dan SDM di setiap pelabuhan singgah dan pelabuhan pengumpannya juga berbeda-beda. Semua itu berimplikasi pada besaran biaya subsidi yang harus ditanggung oleh APBN.

Dari empat opsi tol laut dan subsisi yang harus dikeluarkan, menurut Wisnu bisa berbeda-beda. Opsi 1 A kebutuhan subsidi mencapai Rp353,038 miliar. Opsi 1 B, butuh subsidi sebesar Rp365,753 miliar, Opsi 2 butuh subsidi sebesar Rp351.872 miliar.

Sementara, Opsi 3 butuh subsidi tol laut sebesar Rp372.572 miiar dan Opsi 4 membutuhkan subsidi sebesar Rp426.180 miliar.

Wisnu sendiri belum bisa memastikan, dua rute tol laut tambahan 2018 akan menjangkau daerah mana saja. Semua masih harus dibahas serta disinergikan dengan hasil evaluasi tol laut di tahun 2017 ini.

“Sebayak 15 trayek tol laut itu masih dibahas bersama pihak-pihak terkait. Rencanakan kita akan mengoperasikan kapal feeder dan kapal pelayaran rakyat untuk memperkuat tol laut terutama di daerah terluar dan di pedalaman melalui pelayaran sungai,” sebut Wisnu.

Tol Laut2018 Ilustrasi

Belum Dilayani Tol Laut

Dia menambahkan, untuk menjangkau daerah pedalaman dan terpencil seperti di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua serta Papua Barat belum semua bisa dilayani dengan kapal tol laut dengan menggunakan petikemas. Untuk daerah tertentu justru hanya bisa dilayani dengan kapal-kapal tradisional atau pelayaran rakyat.

“Kendala-kendala di lapangan seperti itu harus dan dipecahkan segera. Di sisi lain, program pemerintah termasuk dengan subsidi yang dikucurkan harus dipastikan sampai pada rakyatdi wikayah 3 T,” tandas Wisnu.(helmi)