Angkasa Pura 2

Begini Cara Klaim Asuransi Tanggung Jawab Pengangkutan Udara

Bandara KokpitKamis, 23 November 2017
IMG_20171123_122440

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Asuransi tanggung jawab pengangkutan udara belum terlalu familiar dibandingkan asuransi jiwa. Meski demikian, kepentingannya sama sebagai preventif bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada beberapa cara dalam klaim asuransi tanggung jawab pengangkutan udara. Diantaranya adalah pemberitahuan klaim, adanya kerugian berupa cidera jasmani atau kerusakan properti.

Direct Business II Head PT Tugu Pratama Indonesia Rully Hendra Wijaya mengemukakan, cara lainnya adalah asanya pihak ketiga yang dirugikan, dan jaminan sesuai kondisi polis asuransi.

“Penyebab kerugian adalah tertanggung atau sesuai peraturan menjadi tanggung jawab tertanggung,” ucapnya dalam Sosialisasi Tindak Lanjut Ratifikasi Konvensi Montreal 1999 dan Implementasinya di Bandung, Kamis (23/11/2017).

Pertanggungan asuransi tanggung jawab pengangkutan udara, katanya, ada beberapa hal yakni penumpang, bagasi tercatat, bagasi kabin, kargo, pihak ketiga lainnya, dan delay.

Untuk penumpang maka jenis pertanggungannya adalah meninggal, cacat jasmani dan biaya medis, serta tuntutan umum lainnya.

Sedang bagasi tercatat dan bagasi kabin serta cargo yang ditanggung yakni kerusakan, hilang, musnah, dan uang tunggu.

“Delay kategori 1-6 sesuai dengan PM 89 dan akomodasi,” ujarnya.

Dalam Rancangan Peraturan Menteri (RPM) disebutkan bahwa wajib asuransi itu termasuk di dalamnya tanggung jawab penanggung wajib diasuransikan oleh pengangkut angkutan udara.

“Premi asuransi untuk menutup nilai pertanggungan ditetapkan berdasarkan perhitungan yang layak sesuai prinsip asuransi yang sehat,” kata Kepala Seksi Tarif Jasa Angkutan Udara
Direktorat Angkutan Udara Melliana Nur. (omy)