Angkasa Pura 2

FGD Badan Litbang, INSA Minta Hubla Lakukan Harmonisasi dan Sinergi Trayek Tol Laut 2018

DermagaKamis, 23 November 2017
IMG-20171122-WA0020

IMG-20171122-WA0022

JAKARTA (Beritatrans.com) – Wakil ketua DPP INSA Witono Suprapto meminta pemerintah bisa melakukan harmonisasi dan sinkronisasi trayek tol laut di tahun 2017. Dengan begitu, bisa terwujud efisiensi serta penghematan subsidi di APBN.

“Saat ini, ada 16 pelabuhan yang tumpang tindih antara kapal tol laut dengan kapal swasta. Jika kondisi tersebut bisa dilakukan sinkronisasi dan bersinergi dengan pelayaran swasta akan lebih baik. Bisa menghemat energi dan biaya di APBN,” kata Witono dalam dikusi di Jakarta, kemarin.

“Pelabuhan tersebut sudah dilayani kapal swasta, tapi juga ada kapal tol laut yang singgah disana. Mereka itu tersebar mulai Nunukan, Kaltara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara sampai Papua dan Papua Barat. Jika mereka disinergikan dengan baik, praktis akan lebih menghemat beban subsidi di APBN,” jelas Witono.

Dalam diskusi yang digelar Badan Litbang perhubungan itu, menurut Witono, jika ada pelabuhan singgah Tol laut yang sudah dilayani armada kapal swasta, sebaiknya kapal tol laut tidak masuk. Atau, silakukan sinergi dengan prinsip saling menguntungkan, sehingga beban subsidi bisa dihemat.

Dikatakan Witono, kapal-kapal INSA sudah siap dan jumlahnya cukup untuk mendukung tol laut termasuk di daerah 3T. “Ke depan, kita harus mencari formula taryek dan mekanisme subsidi til laut yang lebih baik dan efisien,” kilah Witono.

Dia menambahkan, jika Pemerintah khususnya Ditjen Hubla bisa melakukan harmonisasi dan sinkronisasi trayek tol laut, kita optimis mampu menghemat susbidi di APBN sampai 20% dari yang berlaku sekarang.

15 Rute Tol Laut2018

Lakukan Harmonisasi

Sementara, Kasubdit Angkutan laut Dalam Negeri dan Tol Laut Dr. Capt. Wisnu Handoko mengaku siap bekerja sama dengan pihak manapun termasuk pelayaran swasta nasional.

Ditjen Hubla sendiri kini tengah mempersiapkan penambahan trayek serta formula subsidi tol laut yang terbaik di tahun 2018 mendatang.

“Kita akan terbuka dan menerima masukan dari pihak lain termasuk DPP INSA. Mari kita ebrsinergi dan mencari forula terbaik untuk kebaikan bangsa dan negara ini,” tegas Wisnu.(helmi)