Angkasa Pura 2

Indonesia Cemerlang Pada Sidang IMO Council Extra Ordinary

DermagaJumat, 24 November 2017
IMO-Gedung

IMG-20171124-WA0053

LONDON (BeritaTrans.com) – Indonesia kembali menunjukkan kemampuannya dalam turut memberikan pengaruh pada keputusan di Sidang International Maritime Organization (IMO) dengan cemerlang.

Pada hari pertama Sidang Council Extra Ordinary ke-29 yang dilaksanakan 23- 24 November 2017, telah membahas tujuh agenda persidangan dari 15 agenda persidangan.

Indonesia menurut Atase Perhubungan yang sekaligus perwakilan Indonesia pada IMO di London Simson Sinaga, menyampaikan tiga intervensi yang memberikan dukungan terhadap laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal IMO.

“Salah satunya adalah laporan perkiraan hasil perhitungan anggaran untuk Tahun 2018-2019,” ujar Simson kepada BeritaTrans.com, Jumat (24/11/2017).

Adanya kenaikan anggaran, tidak dapat dihindari untuk memberikan hal-hal yang lebih baik lagi di tahun yang akan datang di IMO. Kenaikan tersebut disebabkan adanya inflasi, biaya operasional yang semakin meningkat, kenaikan biaya staf administrasi, dan terjadinya perubahan kurs mata uang di United Kingdom (UK).

“Negara-negara anggota IMO yang hadir pada sidang tersebut pada prinsipnya dapat memahami kenaikan anggaran IMO tersebut namun perlu melihat lebih cermat terhadap pengenaan kenaikan iuran negara-negara anggota,” tuturnya.

Misalnya saja, ada beberapa negara anggota IMO yang mendapatkan diskresi untuk penagguhan pembayaran kenaikan iuran disebabkan adanya masalah internal di negaranya yang dapat dipahami oleh semua negara anggota IMO.

Menurut Simson, dari klarifikasi yang diperoleh dari Direktur Legal di IMO, salah satu komponen penetapan besaran iuran anggota adalah jumlah tonase kapal yang dioperasikan secara internasional dan kapal yang dioperasikan domestik tidak ikut dalam perhitungan.

“Apabila dicermati hal tersebut, dapat dibuat menjadi patokan untuk menyampaikan data kapal berbendera Indonesia yang dioperasikan secara internasional yang kemungkinan akan dapat menurunkan kewajiban pembayaran iuran anggota,” ujar dia.

Keseriusan delegasi Indonesia mengikuti persidangan tersebut, ditambahkan Simson, akan sangat bermanfaat bagi kepentingan negara.

Intervensi-intervensi yang disampaikan, mendapat perhatian dan mendapat dukungan dari negara anggota IMO lainnya.

“Hal tersebut diharapkan dapat menambah dukungan suara untuk Indonesia pada pemilihan anggota dewan di IMO yang akan dilaksanakan pada sidang Assembly tanggal 27 November hingga 6 Desember yang akan datang,” pungkasnya. (omy)