Angkasa Pura 2

Djoko: Keberadaan Ojek Bisa Diatur Perda

KoridorSenin, 27 November 2017
Pangkalan Ojek

JAKARTA (Beritatrans.com) – Keberadaan ojek dapat diatur oleh Pemda jika memang diperlukan. Seperti halnya becak, delman, dokar, andong yang masih beroperasi di daerah.

Demikian disampaikan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MM kepada Beritatrans.cin di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Dikatakan, bajaj, lebih ramah lingkungan, karena bisa menggunakan gas, dan lajunya tidak tinggi. Dengan begitu, resiko kecelakaan tidak terlalu vatal.

“Angkutan Bajaj juga lebih bersyariah. Kemarau tidak kepanasan, hujan tidak basah,” jelas Djoko.

Yang bukan muhrimnya bisa menggunakan sistem syariah. Kapasitas lbh besar. Bisa bawa penumpang dan barang

Selanjutnya jangan biarkan sepeda motor menjadi angkutan umum suatu kemunduran peradaban bertransportasi. Pemda yang mengatur, bisa berupa Perda.

“Jika keberadaan angkutan umum mudah diakses dan murah, pasti tdk ada yg mau naik ojek, apalagi ada daerah larangan sepeda motor ditambah,” tandas Djoko. (helmi)

loading...