Angkasa Pura 2

Ratusan TKBM Brau Kaltim Unjuk Rasa & Stop Operasi

DermagaSenin, 27 November 2017
IMG-20171127-WA0025-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ratusan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Redeb Brau, Kaltim Senin (27/11/2017) menggelar unjuk rasa sekaligus menghentikan kegiatan bongkar muat di pelabuhan tersebut.

Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Kaltim M Nasir dan Wakil Ketua DPC FSPTI Brau Hapit dihubungi BeritaTrans pagi tadi membenarkan peristiwa tersebut.

Hapit mengatakan unjuk rasa sekaligus stop operasi ini dipicu oleh kemarahan TKBM karena terjadi pelanggaran kesepakatan menyangkut bongkar muat batubara di Pelabuhan Tanjung Redeb Brau.

Dia mengatakan sampai tahun 2009 kegiatan bongkar muat batubara ditangani TKBM dengan menggunakan peralatan crane kapal.

Tapi tahun 2010 ada kesepakatan antara Gabungan Importir /Eksportir/APBMI dan TKBM . Karena alat bongkar muat batu bara diganti dengan floating crane ,TKBM tidak lagi dilibatkan tapi mendapat kompensasi 60 % dari tarif
bongkar muat.

Belakangan kesepakatan itu dihentikan secara sepihak oleh APBMI dengan alasan melanggar aturan yang ada
dan dapat dituduh melakukan kegiatan pungli.

IMG-20171127-WA0026-600x400
“TKBM marah. Kalau mau dibatalkan dibahas dulu bersama TKBM. Jangan dibatalkan secara sepihak,” kata Hapit.

TKBM sudah menangani batubara di pelabuhan tersebut dari dulu sebelum ada kesepakatan. Kalau kesepakatan mau dibatalkan biar TKBM yang mengoperasikan
floating crane karena anggota kami punya sertifikasi profesi untuk itu, kata Hapit.

Sebelumnya minggu lalu TKBM Manokwari, Papua menggelar aksi damai di pelabuhan setempat, kata Samuel Korwa, Ketua Forum Komunikasi TKBM Papua kepada BeritaTrans.com secara terpisah.

Mereka menyampaikan aspirasi pada KSOP setempat soal penolakan terhadap rencana pemerintah menerbitkan SKB 3 Mentri yang mengancam eksistensi Koperasi TKBM sebagai satu satunya pengelola buruh bongkar muat di pelabuhan.
(wilam)