Angkasa Pura 2

Disnav Cilacap Siap Amankan Alur Pelayaran Perintis Laut Selatan Jawa

DermagaRabu, 29 November 2017
IMG_20171129_125513

CILACAP (beritatrans.com) – Distrik Navigasi (Disnav) Kelas III Cilacap, Jawa Tengah, menyatakan siap mendukung program angkutan kapal perintis di laut bagian Selatan Pulau Jawa.

“Kami sudah melakukan survei dan kami nyatakan Disnav Cilacap siap mengamankan alur pelayaran perintis,” kata Kepala Distrik Navigasi Kelas III Cilacap Bambang Kismanto di Cilacap, Rabu (29/11/2017).

Sesuai arahan Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo melalui Direktur Kenavigasian I Nyoman Sukayadnya, Disnav Cilacap telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah pesisir pantai selatan, seperti dengan 11 kepala daerah, PT Pelindo, TNI, Polri, para pengusaha pelayaran dan yang lainnya.

“Dengan 8 menara suar dan 46 rambu suar yang terpasang di sepanjang perlintasan pelayaran mulai dari Sukabumi hingga Pacitan sepanjang 550 nautical mile, Disnav Cilacap yakin mampu mengamankan perjalanan kapal-kapal yang melintas, termasuk kapal perintis,” kata Bambang.

Menurut Bambang, tugas Disnav Cilacap memang tidam mudah dalam upaya mengamankan alur pelayaran di sepanjang laut selatan Jawa yang menjadi wilayah kerjanya. Katakteristik laut selatan Jawa sangat berbeda dengan laut utara Jawa yang gelombang dan alur pelayarannya lebih ramah. Laut selatan sejak lama telah terkenal dengan gelombang tinggi dan berarus deras.

“Memang dilihat dari aspek alur pelayarannya tidak terlalu bermasalah karena laut selatan Jawa merupakan laut dalam. Tetapi dengan gelombang tinggi dan arusnya yang deras, berlayar di laut selatan tidak bisa main-main. Apalagi seperti sekarang dengan munculnya Badai Cempaka,” tutur Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan adanya pelayaran perintis yang beroperasi di laut bagian selatan Pulau Jawa. Pelayaran perintis ini diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah pantai salatan yang selama ini dianggap perkebangannya sangat lambat dan tertinggal dibandingkan sisi utara Pulau Jawa.

Ide dasar pelayaran perintis ini awalnya berasal dari keinginan 11 kepala daerah pesisir pantai laut selatan dari mulai Sukabumi (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur), yang ingin mengejar ketertinggalan pertimbuhan ekonomi.

Jalur pelayaran perintis di pesisir selatan Jawa ini rencananya akan menghubungkan Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, dengan kota-kota lain di pesisir selatan Jawa seperti Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran di Jawa Barat. Kemudian menghubungkan Pelabuhan Tanjung Intan dengan Kulonprogo, Pacitan, Trenggalek, dan Banyuwangi, di Jawa Timur.

“Bahkan, tidak menutup kemungkinan, jalur pelayaran perintis tersebut akan terhubung ke beberapa wilayah di Pulau Bali, seperti Benoa, Celukanbawang (Buleleng), dan Singaraja,” kata Bambang.

Untuk sementara, kata Bambang, pelayaran kapal perintis akan melayani Pelabuhan Cilacap sampai Pacitan dan Banyuwangi. Pelabuhan Cilacap sendiri rencananya akan dijadikan hub bagi pelabuhan-pelabuhan yang ada di pesisir pantai selatan.

“Jika dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan lain di pesisir laut selatan, Pelabuhan Cilacap memang pertumbuhannya paling bagus. Selain itu konektivitasnya juga lebih baik karena selain telah memiliki akses jalan raya juga ada kereta api. Hanya tinggal bandaranya yang masih belum representatif,” ujarnya. (aliy)

loading...