Angkasa Pura 2

Johnson: Tak Ada Lagi Kapal Nganggur di Sungai Mahakam

Dermaga EnergiRabu, 29 November 2017
IMG-20171129-WA0044

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pengusaha pelayaran dan galangan kapal Johnson W. Sutjipto mengatakan, selama tahun 2017 dunia pelayaran nasional mulai menggeliat meski belum sesuai harapan. Yang pasti, kapal-kapal yang semula tak beroperasi karena tak ada muatan, mereka kini sudah beroperasi semua.

“Tahun 2018 mendatang diharapkan situasi perekonomian nasional makin membaik dan mampu meningkatkan kesejahteraan nasional. Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, kita optimal kondisi akan semakin baik,” kata Johnson, Rabu (29/11/2017) malam.

Menurutnya, jika tahun 2016 silam ada ribuan kapal menganggur di sepanjang Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, tahun ini sudah tidak ada lagi. Kapal-kapal offshore juga mulai bergerak karena industri migas nasional dan dunia mulai menggeliat lagi.

“Kapal-kapal Batubara di Sungai Mahakam sekarang sudah beroperasi karena pangsa muatan batubara makin tinggi. Sejalan dengan kenaikan harga batubara US$80 dolar per ton, industri batubara makin bergairah dan permitaan pasar termasuk untuk ekspor juga naik,” jelas Johnson.

Selain kapal batuara, menurut dian, kapal-kapal CPO juga meningkat. Harga CPO di pasar dunia makin besar, dan perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional juga makin bergairah.

Sementara untuk kapal-kapal tanker, papar Johson, memang sejauh ini masih mengandalkan kebutuhan PT Pertamina. BMN migas itu praktis membutuhkan kapal-kapal tanker untuk mengangkut minyak mental ke kilang atau diekspor.

Selain itu, terang Johnson, Pertamina juga harus mendistribusikan BBM dan LNG serta LPG ke berbagai daerah di Tanah Air. “Kapal-kapal itu tak semua milik Pertamina. Dan mereka itu menjadi pangsa pasar anggota INSA,” tandas Johnson.(helmi)