Angkasa Pura 2

Pemerintah Klaim Berhasil Turunkan Dwelling Time di 4 Pelabuhan

DermagaKamis, 30 November 2017
DPwtzPpVQAANg5a

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengklaim berbagai berkeberhasilan pembangunan di Indonesia.  Termasuk upaya menurunkan dwelling time di pelahuhan.

Mereka itu antara lain program tol laut yang mampu menekan harga barang dan jasa sampai 30% khususnya di kawasan timur Indonesia.

Selain itu juga menurunkan dwelling  time  di pelabuhan yang selama ini dituding sebagai  biang keladi ekonomi biaya tinggi di Indonesia.

Keseriusan Pemerintah dalam mengupayakan waktu tunggu bongkar muat barang di pelabuhan (dwelling time), bukan retorika semata.

“Ini dibuktikan dengan kebijakan penurunan dwelling time oleh Kementerian Perhubungan, melalui aturan Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan,” sebut akun @kemenhub151.

Data menunjukkan, ada perbaikan sistem, mengakibatkan indikator waktu proses dwelling time menuju ke tren positif pada 4 pelabuhan utama di Indonesia, bahkan signifikan.”

Dwelling time adalah waktu yang ditempuh oleh peti kemas atau barang-barang impor mulai dari proses bongkar (discharge) hingga keluar terminal pelabuhan (gate out).

“Proses ini meliputi pre-custom clereance, custom clearence hingga post custom clearance,” sebut akun tersebut

Kalimantan Utara

Namun klaim Pemerintah memdapat respon beragam dari warga masyarakat.  Seorang warganet, @.Vonisbon_bon182 “Perhatikan lah Kalimantan,” seru dia.

Daerah pemekaran dari Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) itu dinilai belun mendapat porsi perhatian yang sama dengan daerah lain termasuk kawasan Indonesia timur.

 Sementara, akun yang lain  @nandaamalia31,  “Yes … menuju lndonesia yang lebih baik, semakin mudah dan cepat dwelling time.”

Lebih lanjut dia berharap, dengan dwelling time yang baik,  “semakin banyak tenaga waktu dan tentunya biaya yang akan dihemat. Ayo kita benahi lagi,  terlebih untuk yang ada di daerah-daerah.”(helmi)