Angkasa Pura 2

Dirjen Hubdat: Pemerintah Atur Operasional Truk Sumbu Lebih dari Tiga Jelang Natal dan Tahun Baru

KoridorJumat, 1 Desember 2017
Budi Setiyadi

Truk-angkutan-Barang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) Irjen Pol Budi Setiyadi, SH, M.Si mengatakan, pihaknya bersama Korlantas Polri dan pihk lainnya akan melakukan pengaturan operasional truk dengan sumbu lebih dari tiga atau golongan 4 dan 5 saat peak season Natal dan Tahun Baru 2018 nanti.

“Kita bersama Korlantas Polri akan mengatur atau membatasi kendaraan dengan sumbu lebih dari tiga saat peak season Natal. Kemudian diatur lagi saat menjelang Tahun Baru 2018,” kata Dirjen Budi Setiyadi dalam perbincangan dengan Beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Namun ketentuan dan waktu pastinya kapan mereka akan dibatasi, lanjut Dirjen Hubdat akan disampaikan ke masyarakat secara jelas. “Semua dilakukan setelah dibahas dengan pihak terkait dengan mengambil resiko paling kecil,” kata Dirjen Budi Setiyadi lagi.

Dikatakan, persiapan Pemerintah menjelang pelaksanaan mudik Natal dan Tahun baru 2018 sudah mencapai 75% lebih. “Kini, tinggal pematangan dan meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan para pihak terkait lainnya,” jelas Dirjen Budi Setiyadi.

Dia menambahkan, larangan operasi truk dengan sumbu lebih dari tiga akan dilakukan dengan rentang waktu lebih pendek dibandingkan biasanya. Misalnya, satu atau dua hari menjelang Natal atau Tahun Baru 2018 tidak boleh jalan. Selebihnya truk angkutan barang bisa beroperasi normal.

“Apalagi, kedua hari besar itu jatuh di hari Senin. Jadi, ada rentang waktu untuk melakukan perjalanan mudik yang lebih lama,” papar Dirjen Budi Setiyadi.

angkot bogor

Jaga Objek Wisata

Yang perlu diwaspadai bersama, menurut Dirjen Hubdat, justru angkutan ke daerah-daerah objek wisata di Tanah Air. “Tren masyarakat mudik di akhir tahun itu bukan hanya untuk merayakan Natal, tapi juga berwisata bersama keluarga. Mereka itulah yang harus diantisipasi dan dilayani dengan baik,” kilah Dirjen Budi.

Artinya, transportasi menuju objek wisata baik matra darat, laut, udara serta kereta api (KA) bisa diatur sedemikian rupa agar bisa melayani masyarakat dengan baik di daerah. “Jangan sampai tak ada angkutan umum yang cukup sehingga memicu masalah di daerah objek wisata,” terang mantan Widya Iswara Lemhannas itu.

Selain itu, tambah Dirjen Hubdat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Mabes Polri terutama Korlantas untuk bisa menjaga dan mengamankan wilayah di sekitar objek wisata favorit di Tanah Air yang menjadi tujuan wisatawan saat akhir tahun.

“Arus lalu lintas ke objek wisata bisa diatur dan dijaga dengan baik. Dengan begitu, warga masyarakat bukan hanya aman menuju objek wisata tapi juga bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegas Dirjen Budi.(helmi)

loading...