Angkasa Pura 2

Ketua DPP FSPMI: Aksi Mogok Nasional TKBM Tetap 4 Desember

DermagaJumat, 1 Desember 2017
aviary-image-1512042241920-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
- Ketua DPP Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) Sutrisno menegaskan aksi mogok Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) 4 Desember 2017 berskala nasional melibatkan 97 pelabuhan.

Aksi ini pasti berlangsung sesuai kesepakatan Tim Eksistensi Koperasi TKBM , Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI)/ Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) dipimpin Induk Koperasi TKBM 7 November 2017.

‘Soal sikap Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok H Parman mengkhianati perjuangan kami bukan berarti mogok 4 Desember batal,” kata Sutrisno, Jumat (1/12/2017).

“Anda bayangkan Tim Eksistensi Koperasi TKBM dari berbagai pelabuhan dan FSPMI/FSPTI sudah sepakat mogok nasional 4 Desember , masa gara gara sikap satu Ketua Koperasi mogok jadi batal. Enggaklah,” tambahnya.

Sutrisno malah minta Ketua Induk Koperasi TKBM Sugito memberikan sanksi kepada Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok yang menentang kesepakatan sudah diambil soal mogok nasional.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Arif Toha melalui WA membenarkan Ketua Koperasi TKBM Tanjung Priok H Parman
dalam rapat di Kantor OP kemarin menjamin tidak ada mogok di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu Ketua DPD FSPMI DKI, TB Romli mengatakan , Sabtu ini anggota TKBM Pelabuhan Priok melakukan pertemuan untuk sosialisasi/ konsolidasi supaya tetap ikut mogok nasional 4 Desember.

Pernyataan H Parman dalam rapat dengan asosiasi dipimpin
Kepala OP diminta tidak menyurutkan perjuangan TKBM, kata TB Romi.

“Yang mogok itu SP bukan koperasi. Saya berharap pimpinan 5 SP termasuk termasuk Ketua Forum SP/SB tetap fokus pada perjuangan mogok nasional 4 Desember 2017,” tegasnya.

Aksi mogok nasional 4 Desember 2017 dipicu kebijakan pemerintah akan mengeluarkan SKB 3 Menteri (Menhub, Menakertrans dan Menkop) yang intinya pengelolaan TKBM di pelabuhan tidak lagi dimonopoli Koperasi TKBM tapi terbuka kesempatan bagi badan usaha lain. (wilam)