Angkasa Pura 2

Organda: Tak Perlu Ada Pembatasan Truk Saat Natal dan Tahun Baru 2018

KoridorJumat, 1 Desember 2017
Ivan kamadjaja2

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pengusaha logistik anggota Organda mengusulkan agar selama peak season Natal dan Tahun Baru 2018 tidak ada pembatasan atau larangan beroperasi bagi kendaraan angkuran batang, khususnya kendaraan golongan 4 dan 5 (sumbu lebih dari 3).

“Pemerintah tak perlu melarang beroperasi kendaraan golongan 4 dan 5 selama mudik Natal dan tahun Baru 2018. Memang akan ada peningkatan arus kendaraan di jalan raya, tapi tidak semassif saat Lebaran Idul Fitri,” kata Ketua DPP Organda Ivan Kamadjaja dalam perbincangan dengan Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (30/11/2017) sore.

Dia menambahkan, Pemerintah cukup melarang operasional truk secara situasional saja. “Kalau memang situasi lalu lintas padat dan cenderung stagnasi, truk-truk golongan 4 dan 5 atau angkutan logistik lainnya disuruh minggir. Bila sudah lancar bisa berjalan lagi,” jelas Ivan lagi.

Menurut Dirut/ CEO Kamadjaja Logistik itu, jika kenaikan volume kendaraan hanya berkisar 10-15% seperti prediksi Pemerintah, masih bisa dilayani dengan baik di jalan-jalan yang ada. “Saat mudik Natal dan Tahun Baru 2018 akan naik. Tapi tak separah saat mudik Lebaran,” sebut Ivan didampingi stafnya Kusuma Natali itu.

Truk_Barang

90% Angkutan Logistik

Selain itu, tukas Ivan, semakin banyak beroperasinya jalan tol khususnya di Jawa dan Samatera, kapasitas jalan juga naik. “Peluang terjadi kemacetan hanya di titik-titik tertentu. Dengan mamajemen lalu lintas yang baik, Organda optimis tak akan terjadi kemacetan parah saat mudik Natal dan Tahun Baru nanti,” kilah Ivan.

Pengusaha logisik senior itu menambahkan, angkutan truk merupakan tulang punggung distribusi logistik di Tanah Air. Selama ini, angkutan barang khususnya di Jawa dan Sumatera mencapai 90% menggunakan truk. Sedang daeraj lain di Indoensia sekitar 80% karena daerah kepulauan.

“Jadi, kalau kebijakan pembatasan atau pelarangan operasional truk terlalu ketat bisa mengganggu distribusi logistik termasuk pasokan bahan kebutuhan pokok di masyarakat. Oleh karenanya tidak benar jika pemerintah terlalu “menganaktirikan kendaraan angkutan barang,” kilah Ivan.

Ivan mengaku khawatir, jika selama mudik Natal dan Tahun Baru 2018 truk angkutan barang terlau dibatasi, bisa menganggu psoskan barang di daerah. “Jadi sama susahnya. Apa artinya masyarakat bisa mudik ke kampung halaman, kalau nanti di daerah kesulitan mencari makan atau kebutuhan pokok lainnya. Itulah yang harus dipertimbangkan para pengambil kebijakan di negeri ini,” tegas Ivan.(helmi)