Angkasa Pura 2

Puslitbang Transportasi Laut dan SDP Laksanakan FGD Percepatan Rencana Induk 2 Pelabuhan

Dermaga LitbangJumat, 1 Desember 2017
IMG-20171201-WA0105

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (SDP) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbnghub) melaksanakan dua Fokus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Menurut Kapuslitbang Perhubungan Transportasi, Laut dan SDP Ir.Ahmad, M.MTr, QIA, CFr.A kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka mempercepat penyelesaian dua rencana induk pelabuhan yakni Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Danau Onan Runggu di Kabupaten Samosir Prov, Sumatera Utara dan Terminal Penyeberangan Sabu Raijua di Kabupaten Sabu Raijua Prov. Nusa Tenggara Timur.

“Pembangunan Pelabuhan Danau Onan Runggu maupun Terminal Penyeberangan di Kabupaten Sabu Raijua merupakan prasarana untuk meningkatkan aksesibilitas di daerah sekitarnya,” jelas Ahmad.

FGD RIP Danau Onan Runggu menghadirkan pembicara Dedy Arianto Peneliti Madya Puslitbang Transportasi Laut dan SDP serta narasumber Romeiza Syafriharti. FGD ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Badan Otoritas Danau Toba.

Pelabuhan Danau Onan Runggu yang terletak di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir yang berada di kawasan Danau Toba di Pulau Samosir melayani lintasan Onan Runggu – Balige dan Onan Runggu – Ajibata.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 901 tahun 2016 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional bahwa Pelabuhan Danau Onan Runggu termasuk dalam hirarkhi pelabuhan pengumpan,” tutur Ahmad.

Keberadaan Pelabuhan Danau Onan Runggu sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas di Kawasan Danau Toba, yang merupakan salah satu destinasi wisata yang ditetapkan oleh pemerintah.

Studi ini menghasilkan rencana pelaksanaan tahapan pembangunan dan pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang serta rencana kebutuhan ruang daratan dan perairan juga pemanfaatan ruang daratan maupun ruang perairan yang efisien dan efektif di Pelabuhan Danau Onan Runggu.

IMG-20171201-WA0104

Hasil survey teknis menyimpulkan bahwa lokasi pelabuhan Danau Onan Runggu dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

“Pengembangan pelabuhan Onan Runggu didasarkan atas potensi wisata Danau Toba yang sedang digalakkan saat ini, sehingga lahan pelabuhan perlu ditata agar menjadi daya tarik bagi wisatawan,” paparnya.

Dalam rencana jangka pendek, sudah mulai dilakukan penataan fasilitas penunjang sisi darat, seperti penyediaan lahan untuk kios, restoran, dan taman, disamping juga perbaikan kantor pelabuhan, penataan area parkir kendaraan penyeberang dan area kendaraan antar jemput serta pembangunan terminal penumpang.

Dalam rangka mengantisipasi kehadiran Kapal Ferry Ro-Ro GT 300 pada jangka menengah maupun jangka panjang, maka diperlukan penambahan lebar dermaga sepanjang 6,5 meter.

Sedangkan pada FGD Terminal Penyeberangan di Kabupaten Sabu Raijua Prov. Nusa Tenggara Timur, menghadirkan Pembicara Syafril Peneliti Madya Puslitbang Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan serta narasumber Eka Oktarianto, Cipta Riyana, Padri. H. Akhsas,, dan Yohannes Taka Dasi.

FGD ini juga dihadiri oleh kadishub Kabupaten Sabu Raijua, UPP seba, Kepala BPTD Provinsi NTT.

“Keberadaan Terminal Penyeberangan Raijua di Kabupaten Sabu Raijua Prov. Nusa Tenggara Timur sangat penting mengingat Pulau Raijua merupakan salah satu pulau terluar, terpencil, tertinggal, dan terisolasi dan berada di Indonesia yang paling Selatan, serta terletak di Samudera Hindia,” ucap Ahmad.

Hasil studi menyimpulkan bahwa kebutuhan dermaga di Raijua diperlukan sepanjang kapal rencana GT 500. Luas lahan yang dipersiapkan seluas 3,8 Ha. Kebutuhan lahan sisi darat seluas 0,5 Ha.

“Diharapkan tahun 2018 pembangunan dermaga selesai dibangun,” tutup Ahmad. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari