Angkasa Pura 2

Erupsi Itu Kehendak Tuhan, Menhub Minta Maaf Ada Penundaan Penerbangan Karena Prioritas Keselamatan

Bandara Destinasi KokpitSabtu, 2 Desember 2017
menteri-perhubungan-menhub-budi-karya-sumadi-1_20170318_193532

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) sebagai otoritas penerbangan sipil di Indonesia harus tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan penumpang. Kebijakan itu berlaku umum, baik di bandara Bali yang terdampak erupsi Gunung Agung atau lainnya.

“Kepada penumpang dan masyarakat umumnya, kami imbau sama-sama memahami terjadinya penundaan dan pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Agung terutama di beberapa bandara di sekitar Bali,” kata Mehub Budi Karya Sumadi melalui akun @budikaryas yang dikutip Beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Dikatakan, Kemhub menyampaikan pula permohonan maaf sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan ini. “Delay sejumlah rute karena total grafik penerbangan di Bali memberi kontribusi besar bagi penerbangan di tempat lain,” kata dia.

PM 89 Tentang Delay

Oleh karena itu, pinta Menhub, penyelenggara penerbangan atau maskapai harus aktif menyampaikannya dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang sesuai PM No.89 Tahun 2015 tentang Delay Management.

Penundaan dan pembatalan penerbangan, menurut Menhub, dikarenakan proses masa recovery operasional penerbangan yang sebelumnya kena dampak erupsi Gunung Agung.

“Kini, ratusan penerbangan telah menyebabkan crew dan pesawat tertahan di beberapa bandara outstation sehingga dilakukan penyesuaian massive,” sebut Menhub lagi.

Dia menambahkan, peningkatan aktivitas Gunung Agung di Karangasem, Bali adalah kehendak Tuhan YME Kita semua hanya bisa berikhtiar agar erupsi Gunung Agung tidak sampai menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Penundaan dan pembatalan sejumlah penerbangan dalam rangka mengantisipasi hal-hal tersebut,” tegas Menhub.(helmi)