Angkasa Pura 2

2 KAPAL PELNI LAYANI EVENT ON BOARD DARI STIP DAN UNIVERSITAS HALU ELEO

Dermaga Destinasi SDMSabtu, 2 Desember 2017
IMG-20171202-WA0003

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sosialisasi pengenalan transportasi laut yang terus dilakukan PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)- Pelni membuahkan hasil. Setelah roadshow berkonsep “Pelni Goes To School” ke beberapa sekolah di Jabodetabek dan kota-kota lainnya di Nusantara, para pendidik dan siswa tertarik ingin mengenal kapal PELNI dan menikwati wisata on board.

Pada hari Kamis (30/11) hingga Jumat (1/12) 900 mahasiswa dan keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta menyelenggarakan Family Gathering dengan KM. Kelud dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pulau Edam, Kepulauan Seribu Jakarta dan kembali lagi ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara, dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Kapal Ferry Cepat (KFC) Jetliner dipakai Study on board mahasiswa Universitas Halu Eloe.

Corporate Secretary PT. Pelni (Persero) Didik Dwi Prasetio di Jakarta, Sabtu (2/12/2017) mengatakan, kegiatan Family Gathering dan event di atas kapal mulai diminati di tanah air. Sekolah-sekolah pelayaran, mahasiswa beberapa perguruan tinggi dan siswa dari taman kanak-kanak hingga sekolah kejuruan secara bergantian menggunakan kapal Pelni untuk berbagai kegiatan on board.

Didik lebih lanjut mengatakan dari Kendari Sulawesi Tenggara dilaporkan 63 mahasiswa dan 4 dosen pendamping Universitas Halu Oleo menggunakan KFC Jetliner menuju Buton, Baubau ke pada 2-3 Desember 2017.

Di Baubau mahasiwa menuju Keraton Buton untuk kegiatan praktek lapangan terkait dengan mata kuliah praktek jurusan Ilmu Sejarah meneliti situs-situs sejarah Benteng Keraton Buton selama 2 hari.

Kacab Kendari Lutfi mengatakan pilihan menggunakan KFC Jetliner karena kapal dan pelayannya cukup memadai , baik di darat maupun di atas kapal. “Harapannya perjalanan ini berjalan lancar sampai tujuan dan kedepanya meraka berharap bisa memanfaatkan kapal Jetliner untuk kegiatan yg sama sampai ke Pelabuhan Wanci, Wakatobi,” terang Lutfi.

Praktek lapangan merupakan pelajaran wajib bagi calon pelaut untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di sekolah. “Mereka praktek penanganan keadaan darurat, penggunaan alat-alat keselamatan, house keeping, food and beverage dan table manner dipandu para dosen dan didampingi ABK,” tutur Didik.(helmi)