Angkasa Pura 2

Ada Integrasi Stasiun dan Terminal di Jalur Makassar-Barru-Parepare

Emplasemen KoridorMinggu, 3 Desember 2017
IMG-20171203-WA0081

IMG-20171203-WA0075

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Integrasi terminal di jalur rel Makassar-Barru-Parepare (Sulawesi Selatan) sepanjang 111,65 km telah terbangun 16,1 km (Km 76+200 hingga Km 92+300) di Kab. Barru dimulai.

Jalur rel pertama di Pulau Sulawesi ini melewati Kota Makassar, Kab. Maris, Kab. Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kab. Barru, dan Kota Parepare.

Pilihan membangun dimulain di Kab. Barru, karena proses bebas lahan paling mudah dan cepat di Kab. Barru ketimbang pemda lainnya.

“Warga setempat sangat mendukung keberadaan jalur rel ini,” ujar Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, Ahad (3/12/2017).

Tahun 2018 kata dia, dari data yang diterimanya, ditargetkan 47,65 km selesai dibangun. Ada tambahan 27,45 km, yakni Km 92+300 hingga Km 119+150 dengan anggaran tahun jamak 2017-2018.

Target pengoperasian awal sepanjang 47,65 km pada Oktober 2018. Sedangkan target operasi keseluruhan 111,65 km pada bulan Mei 2019. Tahun 2019 ada pembangunan 64 km (Km 76+200 hingga Km 12+150) menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

IMG-20171203-WA0079

“Sementara dari Km 119+150 menuju Kota Parepare sekitar 21 km (Km 142+000) dan dari Kota Makassar menuju Bandara Hasanuddin sejauh 12 km (Km 0+000 hingga Km 12+150) akan dilakukan,” tuturnya.

Nantinya setelah beroperasi penuh, ada 17 stasiun yang melayani operasi kereta penumpang dan barang, antara lain Sta. Makassar, Sta. Mandai, Sta. Lebakang, Sta. Bungori, Sta. Mandale, Sta. Tanente Rilau, Sta. Barru, Sta. Garongkong, Sta. Takalasi, Sta. Mangkoso, Sta. Palanro, Sta. Bojo dan Sta. Parepare.

“Tiga stasiun yg dapat terhubung dengan terminal penumpang yakni Sta. Tanente Rillau dengan Terminal Latenri Sessu Pekkae, Sta. Barru dengan Terminal Matero Walie (Kab. Barru), dan Sta. Lumpue dengan Terminal Lumpue (Kota Parepare),” ungkap Djoko.

Jarak antara stasiun kereta dengan terminal penumpang juga cukup dekat, kurang dari 400 meter. Bahkan ada yang kurang dari 100 meter, yakni di Kota Parepare.

“Hal yang patut diacungi jempol, sepanjang jalur kereta Makassar-Barru-Parepare tidak ada perlintasan sebidang dengan jalan raya,” kata dia.

Perlu diketahui jika musim hujan dan terjadi banjir, jalan Trans Sulawesi antara Makassar hingga Parepare kerap tergenang air. Limpasan air laut dan curah hujan yang tinggi dari pegunungan sekitar.

IMG-20171203-WA0077

“Dengan adanya jalur kereta yg dibangun lebih tinggi dari jalan raya dapat mengantisipasi saat banjir, lalu lintas penumpang dan logistik tidak terganggu. Aktivitas ekonomi tetap berlangsung,” pungkas Djoko. (omy)

loading...