Angkasa Pura 2

BPTJ Komit Berdayakan Angkutan Umum dan Urai Kemacetan Lalin Jabodetabek

KoridorSenin, 4 Desember 2017
IMG-20171204-WA0002

JAKARTA (Beritatrans.com) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek  (BPTJ)  komit untuk memberdayakan angkutan umum terutama transportasi massal.  Moda share angkutan di Jakarta yang didominasi sepeda motor sebesar 75%  harus dirubah. 

Ke depan, transportasi umum harus lebih dominan. Itu salah satu tupoksi BPTJ dibentuk. Transportai umun diyakini akan menjadi solusi carut marut serta  lemacetan lalu lintas yang makin parah saat ini.

“Untuk meningkatkan layanan angkutan umum, termasuk di jalan tol  akan ditempuh cara-cara khusus. Mereka itu antara lain penyiapan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU),” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Dikatakan, saat ini sudah ada  2 trayek dilayani dengan Transjabodetabek premium menggunakan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) , yaitu trayek: 

1. Mega City (Bekasi Barat)–Plaza Senayan (Jakarta)

2. Botani Square (Bogor) – Plaza Senayan (Jakarta)

3. Grand Dhika (Bekasi Timur)-Jakarta yang direncanakan mulai ujicoba pada 12 Desember 2017. 

Tunggu Kementerian PUPR

Untuk merealisasikan LKAU ini, menurut Bambang Pri, Kementerian Perhuhungan melalui BPTJ  menunggu Kementerian PUPR menginstruksi kepada PT Jasa Marga untuk membangun LKAU tersebut.

“LKWU  adalah infrastruktur dan itu menjadi kewenangan  Kementerian PUPR. Jadi mereka yang bisa memberikanbperitan kepada BUMN Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol termasuk di kawasan Jabodetabek,” papar Bambang Pri.

Ide membangun LKAU ini selanjtunya bisa digunakan semua angkutan umum, hukan hanya Transjakarta atau Transjabodetabek Premium.

“Melalui pembangunan LKAU tersebut, lanju kendaraan umum di jalan tol makin cepat. Waktu tempuh kendaraan umum pun makib cepat dan visa melayani masyarakat dengan baik pula,”  terang Bambang Pri.(helmi)