Angkasa Pura 2

Simpul Transportasi Dukung Pergerakan Orang dan Barang di Banten

Bandara Destinasi Emplasemen KoridorSenin, 4 Desember 2017
IMG-20171204-WA0020

SERANG (Beritatrans.com) – Kehadiran simpul-simpul transportasi seperti bandara, jalan tol, rel ganda di Banten selatan dipastikan bakal meningkatkan pergerakan barang dan orang. Seiring dengan itu maka pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat.

Kemajuan ekonomi di Banten sudah sangat pesat terutama jika dibandingkan pada saat masih bergabung dengan Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut akan semakin baik jika didukung simpul-simpul transportasi yang baik, terpadu dan efisien.

“Setelah terpisah pertumbuhan ekonominya luar biasa. Sekarang PDB per kapita Banten sudah di atas Jabar hanya,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Sugihardjo di Kampus UIN Suptan Maulana Hasanudin Serang, Senin (4/12/2017).

Menurutnya, Pemerintah sudah membanun jalan tol baik di lintas utara jawa dari Merak sampai Jakarta. Kemudian jalan tol di lintas selatan sudah dibangun sampai BSD, Tangerang.

Ke depan, menurut Jojo, pembangunan jalan tol akan dilanjutkan sampai Pandegalang. Jadi, konektivitas di Banten khususnya akan semakin baik, dan mampu mendukung arus logistik serta pergerakan barang dan jasa di Banten khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Jaringan rel banten

Rel Ganda Rangkasbitung

Jojo menambahkan, terkait pembangunan rel ganda Maja-Rangkasbitung dan reaktivasi rel lintas Rangkasbitung – Saketi – Labuhan, pembangunan tersebut untuk memperlancar barang dan orang di Banten.

Sebagian dari jalur rel yang ada di Banten tersebut merupakan peninggalan Belanda. Dia mengakui jika Belanda punya perencanaan yang matang soal transportasi.

Data yang dihimpun pers menyebutkan, pembangunan jalur kereta ganda dari Rangkasbitung ke Merak membentang sejauh 69 km. Fase ini merupakan lanjutan dari pembangunan jalur ganda dari Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung.

Namun begitu, tambah Jojo, pembangunan infrastruktur rel ganda Rangkasbitung-Merak tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan pendanaan Pemerinah di APBN. “Tapi jika ada investor yang bisa bisa silakan dilanjutkan,” tandas Jojo.(helmi)