Angkasa Pura 2

Marwansyah Ajak Seluruh Personel KPLP Taat Pada Regulasi dan Keselamatan Pelayaran

Dermaga SDMRabu, 6 Desember 2017
IMG-20171206-WA0053

IMG-20171206-WA0045

BANDUNG  (Beritatrans.com) – Seluruh personel Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP)  Ditjen Peruuhungan Laut (Hubla) harus tetap bekerja optimal, profesional dan mengacu pada regulasi yang ada khususnya di bidang keselamatan pelayaran.

“Sebagai negara hukum, kita harus taat pada konstitusi. Semua sudah diatur termasuk di lingkungan KPLP khususnya UU No.17/12/2017 tentang Pelayaran,” kata Ditektur KPLP Ditjen Hubla Marwansyah saat mengisi  acara Rakernis KPLP 2017 di Bandung, Rabu (6/12/2017).

Marwansyah tampil santai didampingi lima Kasubdit di Dit KPLP menyampaikan paparan tanpa teks, seperri layaknya talk show.  Setiap peserta bisa mengajukan masalah dan pertanyaan kemudian dijawab dan jika perlu ada staf yang siap membantunya.

Menjelang peak season Natal dan Tahun Baru 2018, kata Marwansyah menyebutkan,  akan ada lonjakan penumpang khususnya di beberapa pelabuhan seperti Medan, Batam, dan daerah lain di kawasan timur Indonesia.

“Semua kapal dan penumpang harus dilayani dengan baik dan benar. Namun tetap mengacu pada aturan keselamatan dan keamanan pelayaran,”  jelas Marwansyah.

Sebelumnya, Dirjen Hubla Agus Purnomo menyebutkan   akan ada kenaikan arus penumpang kapal laut pada masa Natal dan Tahun Baru 2018 sebesar 2%.

Naik tipis memang. Namun mereka oara pengguna jasa kapak laut itu harus  tetap dilayani dengan baik dan benar serta memenuhi aspek keselamatan.

IMG-20171206-WA0035

Tegakkan Aturan Keselamatan

Untuk urusan kapal misalnya, dia menyebutkan, para Syahbandar dan KSOP dan Kepala UPP di daerah harus memastikan  seluruh kapal yang dioperasikan memenuhi aspek kelaiklautan kapal dan  keselamatan pelayaran.

“Kapalnya laik laut dan SDM yang mengoperasikan dipastikan mampu dan profesional sesuai sertifikat kompetensinya. Jika tidak, jangan diberikan SPB (surat persetukuan berlayar),” jelas Marwansyah.

Selain itu, tambah dia, seluruh pihak terkait baik  regulator atau operator transportasi hendaknya terus mewaspadai dinamika dan  perkembamgan cuaca yang cenderung ekatrim belakangan.

“Jika cuaca buruk,  jangan paksakan berlayar. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam pelayaran terlebih menjelang peak season Natal dan
Tahun Baru 2018 mendatang,” tandas Marwansyah.(helmi)