Angkasa Pura 2

Kepadatan Perjalanan Jelang Nataru Diprediksi 22-23 Desember 2017

Dermaga Emplasemen Kokpit KoridorKamis, 7 Desember 2017
IMG-20171207-WA0005

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mewakili Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengikuti Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat Antisipasi Keamanan Terkait Ketersediaan Bahan Pokok Serta Transportasi Menjelang Perayanan hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Kantor Badan Intelijen Negara, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

“Melihat data pada Angkutan Natal dan Tahun Baru beberapa tahun sebelumnya, prediksi kami (Kemhub) kepadatan arus lalu lintas pada Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 akan terjadi pada 22-23 Desember 2017,” ujar Budi.

Dari hasil analisa data di tahun-tahun sebelumnya, menjadi bahan dan dasar Kemhub melakukan prediksi, kebijakan, serta perbaikan untuk pelaksanaan Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kemhub akan melakukan beberapa kebijakan pengaturan lalu lintas dan pengaturan operasional angkutan barang.

“23 Desember pagi hingga 24 Desember 2017 akan dilakukan pembatasan angkutan barang yang bersumbu tiga atau lebih di beberapa ruas jalan,” ungkapnya.

Selanjutnya pada 25 dan 26 Desember 2017, pembatasan truk akan kembali dibuka dan diberlakukan lagi pada 30 hingga 31 Desember 2017.

Di samping itu, Kemhub kata Budi, telah memprediksikan untuk jumlah penumpang angkutan umum pada Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yaitu untuk angkutan jalan sebanyak 2.486.083 orang, angkutan SDP 3.450.701 orang, angkutan kereta api 5.885.836 orang, angkutan laut 952.002 orang, dan angkutan udara 7.238.602 orang.

“Untuk wilayah pemantauan kami pada pelaksanaan Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 terfokus pada 47 Terminal Penumpang Tipe A di 15 Provinsi di seluruh Indonesia, 52 pelabuhan laut, 10 lintasan SDP, 35 bandar udara, sembilan Daop dan empat Divre kereta api,” urai Budi.

Terkait sarana dan prasarana, sudah disiapkan sesuai dengan inventarisasi yang ada. Moda angkutan jalan, 48.790 bus, termasuk di dalamnya adalah bus AKAP, AKDP, dan pariwisata. Selain itu, 202 kapal Ro-Ro juga telah disiapkan untuk angkutan SDP.

Sedangkan pada moda angkutan kereta api, untuk lokomotif yaitu siap operasi sebanyak 451 unit, stamformasi 440 unit, dan cadangan 11 unit. Kereta siap operasi sebanyak 1.619, stamformasi 1.466, dan cadangan 153.

Pada moda angkutan laut, beberapa kapal telah disiapkan antara lain PT Pelni 26 kapal, armada perintis 96 unit, Ro-Ro swasta sebanyak 28 kapal, kapal penumpang swasta 74 kapal, kapal swasta jarak dekat 1.049 kapal.

“Jumlah keseluruhan untuk angkutan laut yaitu sebesar 1.273 kapal dengan kapasitas angkut sebanyak 3.043.077 orang. Serta pada moda angkutan udara, sarana yang telah disiapkan sebanyak 498 pesawat,” papar Budi.

Terkait sistem informasi, telah disiapkan RTTMC (Road Transport and Traffic Management Center) dah sudah menyebar beberapa cctv yang akan memantau bagaimana kondisi lalu lintas, terminal, termasuk pelabuhan yang ada di seluruh Indonesia. (omy)