Angkasa Pura 2

Posko Nataru di KSOP Muara Angke Mulai Siaga 18 Desember 2017

Dermaga SDMKamis, 7 Desember 2017
IMG-20171207-WA0015

BANDUNG (Beritatrans.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke/ Pluit Jakarta Utara telah membentuk Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018. Tim sudah dibentuk bahkan jadwal jaga di posko juga sudah ditentukan.

“Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 di KSOP Muara Angke-Pluit Jakarta aka mulai dibuka Senin tanggal 18 Desember 2017 mendatang,” kata Kepala KSOP Muara Angka Capt. Wahyu Prihanto menjawab Beritatrans.com di Bandung, Kamis (7/12/2017).

Dikatakan, kesiapan Posko Nataru 2018 untuk moda transportasi laut masih sama dengan sebelumnya. “Moda transportasi laut siaga mulai H-10 sampai H+10 usai Nataru,” jelas Capt. Wahyu.

IMG-20171207-WA0018

Menjelang libur panjang Natal-Tahun Baru 2018, lanjut Capt. Wahyu, Pelabuhan Muara Angke akan banyak melayani warga masyarakat yang akan berlibur ke Kepulauan Seribu. Atau, bisa juga warga pulau yang pulang dan pergi melalui Pelabuhan Muara Angke.

Oleh karena itu, menurut dia, menjelang peak season akhir tahun 2017 tersebut pihak KSOP Muara Angke sudah melakuka sejumlah langkah persiapan, mulai pemeriksaan kapal atau uji petik pada kapal-kapal yang akan dioperasikan untuk melayani angkutan penumpang ke Kepulauan Seribu.

IMG-20171207-WA0014

Bina Masyarakat dan Wisatawan

Selain itu, papar Capt. Wahyu, secara terus menerus pihaknya melakukan sosisalisasi dan pembinaan ke masyarakat termasuk para wisatawan ke Kepulauan Seribu untuk sadar dan peduli keselamatan.

“Seluruh penumpang kapal ke Kepulauan Seribu harus mengenakan life jacket selama dalam pelayaran. Selain itu, petugas juga akan mengecek kondisi dan kelaikan kapal sebelum mengeluarkan SPB (surat persetujuan berlayar) dari Pelabuhan Muara Angke,” tukas Capt. Wahyu.

Sebelumnya, KSOP Muara Angke bekerja sama dengan kampus STIP Jakarta, dengan menurunkan taruna-taruni melakukan sosialisasi dan kegiatan penceragan ke masyarakat mengenai keselamatan. Para taruna langsung turun dan memberikan penyuluhan ke calon penumpang untuk sadar keselamatan dan mau mengenakan life jacket selama berlayar.

IMG-20171207-WA0012

Ditambahkan Capt.Wahyu, pihaknya tak mau kecolongan atau lengah terkait keselamatan. Seluruh aturan keselamatan mutlak harus dipenuhi. Mulai kelaikan kapal, kompetensi SDM bahkan penumpangnya harus memenuhi aturan keselamatan.

"Jika ada yang belum comply pada keselamatan, SPB tak dikeluarkan sampai mereka memenuhi syarat keselamatan tersebut. Keselamatan adalah yang utama dan wajib dipenuhi sebelum masalah lain dalam transportasi di laut," tegas Capt. Wahyu.(helmi)