Angkasa Pura 2

Tol Laut, Dievaluasi dan Diberikan Rekomendasi Untuk Tahun 2018

DermagaKamis, 7 Desember 2017
IMG-20171207-WA0083

IMG-20171207-WA0081

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Dalam upaya meningkatkan performa, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut melakukan evaluasi program Tol Laut dan Kapal Ternak.

Evaluasi yang dibalut dalam Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk ” Evaluasi Kinerja Kapal Tol Laut dan Kapal Ternak serta Efisiensi Pengelolaan kapal dan Kontainer” diselenggarakan menghadirkan narasumber kompeten di Hotel Grand Mercure Mirama Hotel, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/12/2017).

Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Capt. Wisnu Handoko mewakili Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut, mengemukakan bahwa PT Pelni sebagai operator kapal yang paling banyak mengoperasikan kapal tol laut dan Kemhub secara bersama-sama melakukan evaluasi pengoperasian kapal tol laut berdasarkan data-data selama tahun 2017 dan kendala di lapangan.

“Dengan begitu, akan diperoleh bahan perbaikan untuk penyelenggaraan tol laut 2018,” ujar Wisnu.

Dalam evaluasi tersebut, ditekankan bahwa pada saat melayani tol laut, kondisi Kapal harus siap, laik laut, terawat terpelihara dan cukup jumlah kontainernya serta ditunjang alat bongkar muat kapal yang andal.

IMG-20171207-WA0082

Selanjutnya disoroti juga aspek pelabuhan dimana kesesuaian dermaga dengan ukuran dan jenis kapal perlu dikedepankan.

“Begitu pula dengan kekuatan dermaga dan faspel (fasilitas pelabuhan) seperti alat bongkar muat, lapangan penumpukan, gudang dan fasilitas Reefer container,” katanya

Evaluasi terakhir adalah terkait standar prosedur yang mengatur dengan jelas pengoperasian kapal oleh operator, bisnis proses, kuota muatan tiap pelabuhan singgah, dan shipper.

Hasil FGD, ada beberapa rekomendasi yang mendorong bahwa pada tahun 2018 target tol laut harus ada kenaikan pertumbuhan perekonomian wilayah sekitar.

“Tol laut harus mampu memperluas jangkauan pelabuhan singgah kapal di daerah 3TP (Terpencil, Terluar, Tertinggal dan Pedalaman), kemampuan kontrol tracing disparitas harga dari pengguna subsidi tol laut, dan melakukan pencegahan dari monopoli,” papar Wisnu.

Selain itu, kapal-kapal yang digunakan agar lebih baik kondisinya dan adanya peningkatan muatan balik terutama hasil industri kelautan dan perikanan. (omy)