Angkasa Pura 2

Balitbanghub Rekomendasikan Penambahan Kapal Pandu di Selat Malaka

Dermaga LitbangJumat, 8 Desember 2017
2017-12-08 15.14.07

BATAM (BeritaTrans.com) – Sepanjang tahun 2017, sebanyak 45 studi diselesaikan Puslitbang Transportasi Laut Sungai, Danau dan Penyeberangan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan.

“Salah satu studi bertajuk Evaluasi Pelaksanaan Pandu Laut Dalam (Deep Sea Pilot) di Selat Malaka-Selat Singapura,” ungkap Kepala Puslitbang Transportasi Laut Sungai, Danau dan Penyeberangan, Ir. Ahmad, M.MTr, QIA, CFr.A, seusai serah terima hasil studi tersebut di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (8/12/2017).

2017-12-08 15.32.04

Didampingi Kepala Bagian Data, Humas dan Publikasi Balitbanghub, Rosita Sinaga, Ahmad menuturkan hasil penelitian memperlihatkan kurangnya tenaga pandu yang memenuhi persyaratan diklat dan pengalan berlayar untuk kualifikasi deep sea pilot.

Selain itu, kurangnta fasilitas kapal pandu yang representatif, kuantitas permintaan jasa pandu masih sedikut dan kurangnya kerja sama antaroperator.

Tarif dinilau belum kompetitif dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Capaian PNBP hanya Rp245 juta, sedangkan potensi yang mungkin diterima berdasarkan hasil analisis potensi PNBP dengan target 5 persen. Sehingga penerimaan negara tahun 2017 hanya menyumbang 4,16 persen dari seluruh potensi PNBP deep sea pilot yang mungkin diterima.

REKOMENDASI
Hasil studi merekomendasikan peningkatan frekuensi dan kualitas training pandu deep sea pilot. Penambahan kapal pandu khusus Selat Malaka-Singapura.

Peningkatan kerjasama keamanan dan navigasi pelayaran dari negara lain. Di samping itu, kerjasama G to G dengan sistem joint market dan join operator yang menerapkan tarif kompetitif, yang diawali evaluasi tarif pandu, penjajakan kerjasama dengan pihak asuransi melalui klausus untuk penggunaan jasa pandu.
(awe).

loading...