Angkasa Pura 2

Antisipasi Angkutan Nataru 2018, Pelni Siapkan 73 Kapal Dengan Kapasitas Lebih Dari 54.000 Penumpang

DermagaMinggu, 10 Desember 2017
IMG-20171209-WA0051

MALANG (Beritatrans.com) – PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni)  totalnya  menyiapkan 73 armada untuk mengantisipasi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018. Kapasitas angkutnya mencapai lebih dari 54.000 penumpang.

“Jumlah tersebut meliputi 26 kapal trayek nusantara dan 47 kapal perintis untuk melayani berbagaibrute di Tanah Air,” kata Corporate Secretary PT. Pelni (Persero) Didik Dwi Prasetio pada Media Gathering di Kota Batu Malang  Sabtu (9/12/2017) malam.

Dikatakan, dengan 73 kapal Pelni dapat  menambah frekuensi pelayaran dengan melakukan rerouting pada ruas-ruas padat penumpang. Masa angkutan Nataru transportasi laut  berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017  hingga 8 Januari 2018.

Penambahan frekuensi tidak menambah armada kapal namun  dilakukan dengan melakukan rerouting (merubah rute atau trayek) dan deviasi kapal reguler ke kantong-kantong  penumpang yang permintaanya cukup tinggi. Ada 14 kapal akan direrouting dan 12 kapal reguler diopersikan selama angkutan Nataru.

Kapal Tipe 2.000

Didik mengatakan,  pada angkutan Nataru 2018  ada 12 kapal reguler akan  tetap beroperasi sesuai rute diantaranya; Kapal tipe 2.000 pax KM. Dobonsolo dan KM. Gunung Dempo.

Kapal tipe 1.000 pax KM. Tatamailau, Tilongkabila, Binaiya, Bukit Raya, Kelimutu dan KM. Awu. Kapal tipe 500 pax terdiri KM. Sangiang, Egon, Pangrango dan KFC Jetliner. “Kapal-kapal tersebut rutenya tetap, tidak berubah,” kata Didik.

Sedangkan 14 kapal yang direrouting dan dideviasi  terdiri kapal tipe 3000 dan 2000 pax KM. Dobonsolo deviasi Biak-Jayapura. KM. Ciremai deviasi Ambon untuk antisipasi Port Papua- Ambon. KM. Labobar menambah frekuensi Bitung Jayapura Port dan Serui-Biak.

KM. Kelud, lanjut Didik melayani ruas Batam-Belawan dan deviasi ke Kijang (Tanjung Pinang) untuk menggantikan KM.
Umsini. KM. Sinabung deviasi Serui untuk pelayanan Serui-Jayapura. KM. Lambelu Malayani wilayah tengah Balikpapan-Makasar-NTT.

KM. Tidar ruas Ambon-Sorong-Manokwari. KM. Umsini menambah rute Makasar-NTT. KM. Bukit Siguntang menambah ruas Makasar-NTT dan KM. Nggapulu ruas Ambon-Banda dan Tual.(helmi)