Angkasa Pura 2

Maskapai Penerbangan Diminta Waspadai Cuaca Ekstrim Jelang Natal & Tahun Baru

Bandara KokpitSelasa, 12 Desember 2017
IMG_20170316_002348

JAKARTA (beritatrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengeluarkan Surat Edaran bernomor SE 16 tahun 2017 tentang keselamatan. SE tersebut fitujukan kepada seluruh maskapai penerbangan, penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan, penyelenggara bandar udara, otoritas bandar udara, dan penyedia layanan informasi meteorologi penerbangan.

“Setiap akhir tahun itu, kita mengalami hal berbeda namun saling berkaitan. Yaitu cuaca ekstrim karena merupakan puncak musim hujan. Di sisi lain, kita juga mengalami peak season karena ada liburan natal dan tahun baru di mana akan ada peningkatan operasional penerbangan dan peningkatan jumlah penumpang. Untuk itu kita harus tetap waspada dan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan dan penumpang,” ujar Agus Santoso melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Agus mengingatkan semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dalam operasinal penerbangan. Perlu dilakukan tindakan-tindakan pencegahan kecelakaan pesawat saat approach dan landing pada kondisi below minima karena asap, hujan, windshear/ microburst dan wet runway.

“Untuk itu diperlukan juga untuk mengimplementasikan Approach and Landing Accident Reduction (ALAR) toolkit dalam rangka pencegahan terjadinya incident dan accident saat phase pendaratan pada kondisi cuaca buruk dan di daerah pegunungan,” ujar Agus lagi.

Di sisi lain, semua penyelenggara penerbangan juga tidak boleh mengabaikan pelayanan terhadap penumpang. Jika terjadi delay, semua harus bekerjasama untuk melakukan pelayanan kepada penumpang sehingga penumpang tetap nyaman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Agus juga menghimbau pada penumpang untuk tetap mematuhi aturan keselamatan dan keamanan penerbangan. Penumpang juga diminta pengertian dan kesabarannya jika harus menghadapi delay yang disebabkan faktor cuaca yang tidak mendukung operasional penerbangan.

“Keselamatan penerbangan Indonesia sudah diakui dunia internasional dengan mendapatkan nilai efektivitas implementasi audit USOAP dari ICAO mencapai 81,15%. Untuk itu mari kita tunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menjaga keselamatan penerbangan selama puncak musim hujan dan mampu menjaga operasional penerbangan saat peak season akhir tahun tetap selamat,” ujar Agus.(aliy)

loading...