Angkasa Pura 2

Tarigan: Tarif Ro Ro Lintas Jakarta-Surabaya Hemat Biaya Operasional Truk Angkutan Barang

KoridorRabu, 13 Desember 2017
20160624_145614-1-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
- Pengoperasian dua unit KMP Ro Ro bersubsi melayani lintas Jakarta – Surabaya yang diresmikan pemerintah beberapa hari lalu layak dimanfaatkan pengusaha truk angkutan barang.

Pasalnya dengan tarif sekitar Rp 3 juta/kendaraan cukup reasonable (layak) sehingga dapat menghemat biaya operasional dibanding lewat jalan darat.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonrsia (Aptrindo) Gemilang Tarigan dalam percakapan dengan BeritaTrans.com kemarin.

Dua Ro Ro yang melayani lintas Jakarta – Surabaya meliputi: KMP Ferrindo 5 yang akan sandar di Dermaga 107/109 Pelabuhan Tanjung Priok – Dermaga Zamrud Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Sedangkan KM. Ro Ro Prayasti akan sandar di Dermaga Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta – Dermaga Maspion Gresik.

Tarigan mengatakan pihaknya sudah menghitung dengan tarif Ro Ro Rp 3 juta/ kendaraan, pengusaha angkutan masih dapat keuntungan dari sisi penghematan BBM, uang tol, ban dan penghematan pengeluaran lain (biaya operasional) serta terhindar dari kemacetan.

Keuntungan lainnya, tambah Tarigan, jumlah ritase operasional akan bertambah menjadi sekitar 7 sampai 8 rit /bulan dibanding lewat darat hanya 5 sampai 6 rit/bulan. “Karena Jakarta – Surabaya dapat ditempuh 18 jam menggunakan Ro-Ro dibanding lewat darat sekitar 30 jam,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, dengan memanfaatkan Ro Ro ‘Caro’ (Chassis only on Ro Ro) rute Dermaga IKT-Dermaga Maspion Gersik, berarti setelah mengantar buntut beserta muatan, head truck dapat kembali digunakan untuk menarik barang lain sehingga kegiatan operasional lebih produktif.

Sedangkan bagi angkutan dengan pertimbangan bisnis misalnya akan meneruskan perjalanan ke daerah lain dapat memanfaatkan Ro Ro
rute Dermaga 107/109 Tanjung Priok- Dermaga Zamrud Tanjung Perak yang dapat membawa truk bersama sopirnya.

Tarigan mengimbau pengusaha angkutan barang anggota Aptrindo agar mulai menggeser sebagian kegiatan operasionalnya melalui laut.

“Perogram pemerintah untuk mengalihkan sebagian distribusi logistik melalui jalur laut patut kita sukseskan agar APBN yang dikeluarkan pemerintah untuk memperbaiki kerusakan jalan dapat dihemat dan syukur syukur dengan mengurangi angkutan barang lewat darat dapat mengurangi angka kecelakaan lalulintas, kata Gemilang Tarigan.
(wilam)

loading...