Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Akan Kalibrasi Jembatan Timbang dan Lembaga Pengujian Kendaraan Bermotor

KoridorKamis, 14 Desember 2017
IMG-20171128-WA0043

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) akan melekukan kalibrasi terhadap seluruh lembaga pengujian kendaraan bermotor dan jembatan timbang di Indonesia.

“Kita akan pastikan semua (lembaga pengjian kendaraan dan Jembatan Timbang) tetap baik dan memenuhi standar dan dioperasikan oleh SDM yang ahli dan profesional di bidangnya,” kata Dirjen Hubdat Irjen Budi Setiyadi pada pers di Jakarta Kamis (14/12/2017).

Data menyebutkan, saat ini sudah ada 112 jembatan timbang kendaraan bermotor dan lembaga pengujian berkala kendaraan bermotor (KIR) yang lolos uji dan memenuhi standar yang ditetapkan. “Mereka boleh terus berjalan dan melayani masyarakat,” jelas Ditjen Hubdat.

Sementara, bagi mereka yang belum lolos uji dan kalibrasi, diwajibkan untuk segera memerbaiki sesuai ketentuan dan standar yang ada. “Jika belum lolos uji, mereka tak boleh beroperasi, sampai ada perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan,” papar Dirjen Budi Setiyadi.

Selama ini, ada ratusan jembatan timbang dan lembaga pengujian berkala kendaraan bermotor baik yang dikelola Pemerintah Pusat atau Kemhub serta Pemkan dan pemkot di daerah. Sementara, hanya satu yang dikelola swasta, yaitu PT Huba Utara.

“Tapi, pengujian swasta ini masih terbatas kemdaraan miliknya sendiri. Dia belum diperkenankan menguji kendaraan angkutan umum lain baik angkutan barang atau penumpang,” kilah Budi Setiyadi.

Bongkar Muatan dan e-Tilang

Pemerintah, tambah Dirjen Hubdat, bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik dan menegakkan aturan secara adil dan konsisten.

“Ke depan, akan dilakukan low enforcement terhadap pelaggaran di jembatan timbang. Semua kendaraan yang overload, akan ditindak. Muatan dibongkar dan mereka dikenakan sanksi tilang,” sebut Dirjen Hubdat itu.

Selanjutnya, terang Dirjen, akan diberlakukan e-tilang. Bagi mereka yang dikenakan sanksi bisa langsung ke rekening di bank. Dana hasil e-tilang itu akan masuk ke pos PNBP Ditjen Perhubungan Darat,” tegas Budi Setiyadi.(helmi)

loading...