Angkasa Pura 2

Ini Dia Capaian Ditjen Perhubungan Udara Kemhub Sepanjang Tahun 2017

Bandara KokpitKamis, 14 Desember 2017
IMG_20171214_215555

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) menunjukkan pencapaian cemerlang sepanjang tahun 2017. Baik dari sisi keselamatan, keamanan, dan pelayanan.

Menurut Direktur Kebandarudaraan Bintang Hidayat yang mewakili Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, capaian positif terlihat mulai dari keselamatan penerbangan yang memeroleh nilai 81,15 persen hasil audit ICAO USOAP Oktober 2017.

“Penumpag pesawat udara domestik mencapai 96.050 330 dan internaaional 12.816.701 orang hingga Oktober 2017,” jelas Bintang di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Pihaknya juga telah menyelesaikan pembangunan 15 bandara periode 2015-2017 dengan empat diantaranya telah beroperasi yakni Bandara Letung, Namniwel, Miangas, dan Morowali dan tiga diantaranya segera dioperasikan yaitu Maratua, Werur, dan Koroway Batu.

Dari sisi keamanan, sepanjang tahun 2017, Ditjen Hubud melakukan pemenuhan standar keamanan dengan menambah peralatan body inspection machine (body scanner) sebanyak 10 unit yang digunakan di sembilan bandara.

“Mesin x ray dan peralatan pendeteksi logam sebanyak 638 unit di 173 lokasi,” tuturnya.

Selain itu juga hold baggage screening system 49 unit di empat lokasi. WTMD 455 unit di 173 bandara, 10 unit liquid detector di 10 lokasi, dan salvage sebanyak 10 unit di delapan lokasi.

Pihaknya kata Bintang, juga melakukan pemenuhan kuantitas dan kualitas personel penerbangan. Terdapat tiga lembaga diklat yakni avsec training center di 39 lokasi, dangerous goods training center di 20 lokasi, dan PKP-PK training center di enam lokasi.

“Total avsec 6.928 orang, dangerous goods personel 1.500 orang, dan PKP-PK 3.061 orang,” katanya.

Sedangkan dari sisi pelayanan angkutan udara perintis, disebutkan dia, pihaknya terus mendorong perkembangan daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan di Indonesia.

“Pada tahun ini, ditargetkan 193 rute, 182 kota, dan 257.360 jumlah penumpang perintis,” ungkap Bintang.

Sedangkan tol atau jembatan udaraa, di Timika ditargetkan 4.004 ton pertahun, Wamena 3.003 ton pertahun, dan Dekai 4.004 ton pertahunnya dengan frekuensi masing-masing tujuh kali seminggu. (omy)