Angkasa Pura 2

Peringkat Indonesia Naik, Investor China Dan Rusia Berminat Bangun KA di Indonesia

Bandara Dermaga Emplasemen KoridorJumat, 15 Desember 2017
IMG_20171214_131406

JAKARTA (Beritatrans.com) – World economic forum mencatat peringkat daya saing infrastruktur transportasi Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2015 di ranking 62 menjadi ranking 52 dengan nilai akhir 4.5. Peringkat daya saing infrastruktur transportasi Indonesia tahun 2017 naik 10 peringkat sejak tahun 2015

Demikian disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi saat menyampaikan capaian kinerja 2017 dan Outlook Kementerian Perhubungan, Kamis (14/12/2017). 

Menhub Budi Karya Sumadi memastikan sejumlah investor telah mendapatkan izin. Ditambahkan Menhub negara yang berminat berinvestasi pada proyek KA ini diantaranya dari Rusia dan China.  

Dikatakan,  peningkatan daya saing infrastruktur transportasi ini tidak luput dari keseriusan Kementerian Perhubungan membangun berbagai sarana dan prasarana infrastruktur transportasi seperti terminal bus, pelabuhan laut dan penyeberangan, bandara, hingga fasilitas perkeretaapian. 

“Ini dilakukan Kementerian Perhubungan untuk memastikan konektivitas orang dan logistik nasional berjalan efektif,”  jelas  Menhub lagi.

Bangun Jalur KA 388,3 Km

Pada sektor perkeretaapian, papar Menhub, sampai dengan tahun 2017 pihaknya telah membangun jalur kereta api sepanjang 388,3 kilometer. Capaian lainnya hingga tahun 2017.
 
Meski diakui Menhub, pembangunan jalur kereta api saat ini belum maksimal dilakukan. Dikatakan Menhub hal ini disebabkan karena kondisi salah satu industri tambang yang mengalami kemunduran.

Menhub memastikan bahwa sudah ada investor yang tertarik untuk membangun jalur kereta api di Indonesia.  “Selama ini kita rencanakan kereta api dengan jalur yang panjang itu ada di Kalimantan, Kalimantan Tengah ke Selatan, Kalimantan Tengah ke Timur, Sumatera Selatan,” kata dia.

KA tersebut memang dipakai untuk kereta logistic (batu bara) dan selama ini direncanakan sebagai proyek KPBU dan sekarang ini (kondisi bisnis) batu baranya belum begitu baik jadi mereka belum mau mulai,” paparnya.

Muatan Logistik

Selama tahun 2017 Kementerian Perhubungan mencatat pada sektor transportasi laut muatan logistik dalam negeri, per bulan Oktober 2017 mencapai 18,3 miliar ton dan muatan luar negeri tahun 2017 mencapai 593 juta ton. 

Untuk penumpang pada sektor transportasi laut per bulan November 2017, PT Pelni telah mengangkut sebanyak 3,16 juta orang dan kapal perintis mengangkut sebanyak 475.543 orang.

Pada sektor perkeretaapian selama tahun 2017 tercatat sebanyak 33,23 juta orang menggunakan moda angkutan kereta api. Untuk pengguna KRL Jabodetabek hingga bulan September 2017 telah mengangkut sebanyak 228,7 juta orang. Untuk angkutan logistik sendiri Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 23,4 ton logistik telah diangkut dengan kereta api.(helmi)