Angkasa Pura 2

Obyek Wisata Harus Sediakan Tempat Istirahat Pengemudi Bus wisata

KoridorMinggu, 17 Desember 2017
IMG-20171217-WA0000

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sedang gencar mempromosikan banyak obyek wisata. Sedikitnya 10 destinasi wisata Nasional selain Bali dan Yogyakarta telah dicanangkan. Dampaknya, perjalanan wisata meningkat, terutama yang rombongan menggunakan bus pariwisata.

“Hal yang perlu dipikirkan oleh penyelenggara obyek wisata adalah menyediakan ruang istirahat bagi pengemudi bus pariwisata tersebut,” kata pengamat transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Jawa Tengah Djoko Setijowarno, Minggu (17/12/2017).

IMG-20171217-WA0003

Djoko mengatakan, selama ini tidak ada fasilitas ruang istirahat bagi pengemudi bus wisata, sehingga mereka beristirahat atau tidur ala kadarnya.

“Padahal ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan penumpang juga,” kata Djoko.

Ia menjelaskan, UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lama waktu mengemudi kendaraan bermotor 8 jam sehari dengan 4 jam perjalanan berturut turut wajib istirahat minimal 30 menit.

IMG-20171217-WA0001

Selama perjalanan, penumpang bisa istirahat dengan tidur pulas. Sementara saat tiba di obyek wisata, gantian pengemudi harus istirahat juga.

Yang sering terjadi, kata Djoko, sopir bus banyak yang istirahat tidur di ruang bagasi barang dengan buka baju karena udaranya panas. Atau cari lahan kosong di bawah pohon untuk sekedar merebahkan tubuhnya yang sudah lelah mengemudi.

Apalagi bus pariwisata yang dikendarainya kurang layak, turut menambah kelelahan pengemudinya, karena harus berhati hati mengemudikannya.

IMG-20171217-WA0002

Menurut Djoko, pengelola objek wisata atau hotel bisa meniru rest area atau tempat istirahat wisata untuk rombongan bus pariwisata menuju Kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Malang bisa sebagai percontohan.

“Ruang istirahat pengemudi di obyek wisata turut membantu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” ujarnya. (aliy)

loading...