Angkasa Pura 2

Dharma Samudera Fishing Jual Ikan Rp597,11 Miliar Hingga November 2017

Dermaga Kelautan & PerikananSelasa, 19 Desember 2017
images (7)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Dharma Samudera Fishing Industriesa Tbk optimistis target penjualan tahun ini tercapai. Untuk itu, perusahaan berkode emiten DSFI ini menaikkan target kinerja tahun depan.

“Melihat penjualan hingga November, optimistis target penjualan akan tercapai pada akhir tahun 2017,” ujar Corporate Secretary Dharma Samudera Fishing, Saut Marbun, Senin (18/12).

Penjualan DSFI hingga November 2017 mencapai Rp597,11 miliar. Angka tersebut mendekati target tahun ini yang telah ditetapkan sebesar Rp 640,24 miliar. Target tahun ini lebih tinggi dari pendapatan tahun 2016 sebesar Rp 603 miliar.

Peningkatan penjualan tersebut didukung dana pinjaman dari Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar US$ 2,5 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli ikan dari nelayan.

Nah, akhir tahun ini, Saut bilang, perusahaan akan menambah pinjaman. Total pinjaman DSFI kepada BNI sebesar US$ 5 juta. Melihat hal itu, Saut menyebut, pihaknya yakin mengerek target pendapatan tahun depan. “Tahun depan target akan naik sekitar 10%,” ungkapnya.

Guna mencapai target tersebut, perusahaan akan bekerja sama dengan nelayan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga bahan baku DSFI.

Bahan baku DSFI didapat melalui pembelian dari nelayan kecil. Pembelian langsung tersebut membuat kualitas kesegaran ikan dapat terjaga, sebab penanganan ikan jauh lebih cepat.

Meski begitu, kerjasama dengan nelayan memerlukan modal lebih dikarenakan pembelian langsung dari nelayan membutuhkan pembayaran secara langsung. Saut bilang, perputaran hasil pinjaman modal dari BNI akan dilakukan untuk pembelian bahan baku tersebut.

Nilai ekspor yang tinggi dinikmati DSFI lantaran penjualan utama merupakan ikan bernilai tinggi. “Rata-rata harga jualnya mencapai US$ 6,8 per kilogram (kg),” jelas Saut.

Mayoritas ikan yang dijual DSFI ke pasar ekspor. Negara utama tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Australia.

(moy/sumber: kontan.co).